Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 April 2026 | 23.24 WIB

Sinyal Error Picu Kecelakaan Kereta vs KRL di Bekasi? Ini Tanggapan Menhub Dudy

Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline yang tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline yang tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Insiden kecelakaan kereta api yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam, masih menyisakan tanda tanya besar. Isu mengenai adanya kegagalan sistem persinyalan kini menjadi sorotan utama publik.

Dugaan ini mencuat setelah kesaksian asisten masinis KA Argo Bromo Anggrek menyebutkan adanya kejanggalan pada lampu sinyal saat kereta melintas di Stasiun Bekasi.

Beredar kabar bahwa lampu sinyal sempat menyala hijau bagi KA Argo Bromo Anggrek, padahal seharusnya sistem menunjukkan indikator tidak aman (lampu kuning atau merah) untuk mengantisipasi kereta di depannya.

Akun X @txttransportasi mengungkap, dalam sistem blok terbuka, normalnya lampu harus berubah menjadi kuning jika sinyal berikutnya menyala merah. Tanda ini merupakan peringatan bagi masinis untuk menurunkan kecepatan.

Menanggapi masalah persinyalan ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi enggan berspekulasi lebih jauh. Ia menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Oh saya rasa saya tidak ingin lebih awal menyatakan ini karena akan KNKT yang akan melakukan investigasi," ujar Menhub Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).

Menhub menambahkan bahwa pemerintah tidak ingin terburu-buru dalam menyimpulkan penyebab kecelakaan. Pihaknya memberikan ruang penuh bagi tim ahli untuk bekerja sesuai prosedur.

"Itu kami serahkan kepada KNKT. Kami tidak ingin mendesak atau memburu-buru KNKT karena memang mereka tentunya punya metodologi maupun cara bagaimana melakukan investigasi terhadap kecelakaan kereta api. Nanti kita lihat hasil investigasi KNKT ya, sabar," terangnya.

Evaluasi Total Layanan Kereta Api

Selain masalah sinyal, publik juga mempertanyakan mengapa KRL dan kereta jarak jauh berada dalam satu jalur yang sama. Menhub memastikan bahwa setiap insiden akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh guna memperbaiki standar operasional di masa depan.

"Iya, setiap terjadinya kecelakaan itu pasti akan dilakukan evaluasi ya, sehingga harapannya bahwa kita belajar dari apa yang terjadi dan kita memperbaiki ke depannya," tegas Dudy.

Pemerintah juga mulai menyoroti urgensi pembenahan infrastruktur, termasuk program double-double track dan elektrifikasi jalur yang menjadi bagian dari rencana perbaikan layanan KRL.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore