
Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak. (Antara).
JawaPos.com - Kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus kembali mencuat. Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad, mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk mengambil langkah terobosan agar kasus serupa tidak terus berulang.
Kasus terbaru terjadi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Sebanyak 16 mahasiswa diduga terlibat dalam tindakan pelecehan seksual melalui grup WhatsApp yang digunakan untuk merendahkan dan melecehkan mahasiswi.
“Kita tidak boleh memberikan toleransi terhadap pelaku kekerasan seksual di kampus. Kemendiktisaintek harus mengambil tindakan tegas, termasuk pemberhentian sebagai mahasiswa, agar memberikan efek jera dan menjadi peringatan bagi yang lain,” kata Habib Syarief Muhammad kepada wartawan, Rabu (15/4).
Baca Juga:Buntut Tewasnya Bripda Natanael Simanungkalit, Polda Kepri Tetapkan Bripda AS Sebagai Tersangka
Ia menegaskan, kekerasan seksual di kampus merupakan pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan dunia pendidikan. Menurutnya, lembaga pendidikan seharusnya menjadi tempat penyemaian nilai penghormatan yang setara dan beradab dalam hubungan antarsesama.
“Ironisnya, dalam beberapa waktu terakhir justru banyak kasus kekerasan seksual yang melibatkan lingkungan pendidikan tinggi di tanah air,” tegasnya.
Habib Syarief juga menyoroti bahwa kasus serupa tidak hanya terjadi di UI. Sebelumnya, dugaan kekerasan seksual juga muncul di Universitas Budi Luhur (UBL), yang melibatkan seorang dosen terhadap mahasiswa dan telah berujung pada penonaktifan pelaku. Selain itu, kasus lain terjadi di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), yang melibatkan mahasiswa terhadap dosen.
Melihat tren yang mengkhawatirkan tersebut, ia mendesak Kemendiktisaintek untuk mengambil langkah serius dan komprehensif dalam menangani persoalan kekerasan seksual di lingkungan kampus.
“Penanganan kasus tidak boleh dilakukan secara parsial dan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing kampus. Ini sudah menjadi persoalan nasional yang membutuhkan intervensi serta kebijakan menyeluruh dari pemerintah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi total terhadap sistem pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di perguruan tinggi. Hal ini mencakup penguatan regulasi, penyediaan mekanisme pelaporan yang aman bagi korban, serta pendidikan dan sosialisasi yang berkelanjutan.
Habib Syarief turut mendorong adanya gebrakan konkret dari pemerintah agar kasus serupa tidak terus berulang di masa mendatang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022