
Foto yang diduga para pelaku rudapaksa di Cipondoh yang beredar di dunia maya. (IG.infocipondoh.id)
JawaPos.com - Kondisi kesehatan mental dan fisik korban rudapaksa di Cipondoh, Kota Tangerang, kini tengah menjadi perhatian serius. Wanita yang menjadi korban kebejatan temannya sendiri ini dilaporkan masih dalam kondisi yang sangat lemah dan terguncang pasca insiden tragis tersebut.
Pemerintah Kota Tangerang melalui UPTD PPA DP3AP2KB terus melakukan pendampingan intensif kepada korban. Fokus utama saat ini adalah memastikan korban mendapatkan ruang aman untuk memulihkan energi serta mentalnya yang sempat tertekan akibat ancaman senjata tajam dari pelaku.
Kepala UPTD PPA DP3AP2KB Kota Tangerang Titto Chairil Yustiadi mengungkapkan pengamatan langsungnya terhadap kondisi korban saat menjalani proses awal konseling. Wajah korban menunjukkan kondisi fisik yang tampak sangat letih.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban hingga saat ini masih belum menjalani aktivitas harian seperti biasanya. Korban lebih banyak menghabiskan waktu di rumah untuk menenangkan diri di bawah pengawasan ketat orang tua dan tenaga profesional.
"Kalau kemarin saya lihat korban (seperti) kelelahan, info dari orang tua juga belum beraktivitas. Ya, sepenglihatan saya kamarin saat ikut konseling korban lelah wajahnya," ujar Titto kepada JawaPos.com, Selasa (5/5).
Terkait indikasi depresi berat atau trauma, pihak UPTD PPA enggan berspekulasi lebih jauh. Penilaian medis dan psikis memerlukan observasi mendalam yang dilakukan oleh psikolog ahli demi mendapatkan hasil yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan di mata hukum.
Proses pemulihan ini dipastikan akan memakan waktu, dan hasilnya bersifat rahasia. Data hasil konseling nantinya hanya akan diserahkan kepada penyidik kepolisian sebagai bagian dari kelengkapan alat bukti untuk menjerat pelaku berinisial I alias Ivan.
"Belum bisa berasumsi seperti itu (korban alami depresi), karena belum lihat hasil detailnya. Tapi yang saya lihat keliatan lelah. Masih proses dan karena hasil konseling sifatnya rahasia tidak bisa dipublikasikan, hasilnya akan kami sampaikan ke polres sesuai permintaan dari polres metro," tambah Titto.
Selain fokus pada pemulihan mental, Pemkot Tangerang juga memastikan hak hukum korban terpenuhi. Serangkaian prosedur mulai dari pembuatan laporan polisi hingga visum et repertum telah diselesaikan untuk memperkuat bukti kekerasan yang dialami korban.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
