
Buka-tutup diberlakukan di Tol Layang MBZ. (Istimewa).
JawaPos.com - Kepadatan arus lalu lintas menjelang Lebaran masih terasa di Ruas Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ). Lonjakan volume kendaraan menuju arah Cikampek membuat pengelola bersama kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup di sejumlah akses masuk.
PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) menyebut kebijakan ini dilakukan secara situasional berdasarkan diskresi pihak kepolisian. Langkah tersebut diambil untuk mengurai kepadatan yang terus meningkat di jalur layang tersebut.
“Sebagai dampak kepadatan volume kendaraan di Ruas Jalan Layang MBZ, PT JJC melakukan buka-tutup akses masuk secara situasional menuju Cikampek atas diskresi pihak kepolisian,” ujar VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo.
Rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan sejak Rabu (18/3) pukul 22.24 WIB. Sejumlah titik akses masuk yang terdampak antara lain Jati Asih, Kalimalang, dan KM 10A.
Penutupan dilakukan secara berkala menyesuaikan kondisi di lapangan.
Menurut Ria, tingginya volume kendaraan menjadi faktor utama penerapan sistem ini. Selain itu, gangguan kendaraan di jalur MBZ turut memperparah kepadatan, mulai dari kendaraan overheat, kehabisan bahan bakar minyak (BBM), hingga ban kempis dan kendala teknis lainnya.
“Sampai saat ini, rekayasa lalu lintas buka-tutup diberlakukan pada akses masuk Jati Asih, Kalimalang, dan KM 10A karena tingginya volume kendaraan serta adanya gangguan kendaraan seperti overheat, kehabisan BBM, ban kempis, dan gangguan lainnya,” jelasnya.
Baca Juga:Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh Jumat 20 Maret, Umat Muslim Genapkan Puasa 30 Hari
Kondisi tersebut memicu perlambatan arus, terutama di titik pertemuan lalu lintas menuju KM 48. Di lokasi ini, kendaraan dari Jalan Layang MBZ bertemu dengan arus dari ruas Tol Jakarta-Cikampek, sehingga potensi antrean semakin meningkat.
Rekayasa lalu lintas ini juga dilakukan untuk mengurai kepadatan di titik tersebut. “Pengaturan ini juga bertujuan mengurai kepadatan di akses keluar KM 48 akibat pertemuan arus dari Ruas Jakarta-Cikampek,” tambah Ria.
Untuk mencegah kepadatan semakin parah, sistem buka-tutup dinilai menjadi solusi sementara yang paling efektif. Dengan pengaturan ini, arus kendaraan dapat dikendalikan agar tidak menumpuk di titik-titik krusial.
Pengelola juga mengingatkan pengguna jalan agar mempersiapkan perjalanan dengan matang. Kondisi kendaraan harus dipastikan dalam keadaan prima sebelum memasuki jalur tol, terutama untuk perjalanan jarak jauh saat arus mudik.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
