Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Maret 2026 | 23.33 WIB

Densus 88 Antiteror Polri Tingkatkan Pengawasan Ancaman Teror, Antisipasi Eskalasi di Timur Tengah

Ilustrasi Densus 88 Antiteror Polri./JawaPos.

JawaPos.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kini meningkatkan pengawasan terhadap ancaman teror.

Langkah itu diambil dengan mempertimbangkan situasi global yang sedang memanas, khususnya di Timur Tengah.

Juru Bicara (Jubir) Densus 88 Antiteror Polri Mayndra Eka Wardhana menyampaikan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti arahan yang disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dia menyatakan bahwa ada banyak kelompok terlibat di balik konflik yang saat ini terjadi di sejumlah tempat, terutama timur tengah.

”Selain melibatkan banyak negara juga melibatkan banyak kelompok dan kepentingan. Oleh karena itu, Densus 88 (Antiteror Polri) turut meningkatkan pengawasan terhadap ancaman terorisme yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat,” kata dia saat dikonfirmasi pada Selasa (3/3).

Sigit menyinggung soal isu terorisme saat memimpin Rapat Lintas Sektoral di Jakarta, kemarin (2/3). Dalam rapat itu, dia meminta seluruh jajarannya mewaspadai ancaman teror.

Secara khusus, tugas itu diberikan kepada Densus 88 Antiteror Polri yang bertugas menangani berbagai persoalan terorisme.

Sigit menyatakan bahwa aksi teror tetap menjadi perhatian instansinya. Karena itu, sejak tahun lalu Polri sudah mengamankan 51 tersangka lewat berbagai langkah strategis.

Termasuk dengan melakukan upaya preventive strike terhadap kelompok, jaringan, maupun sel-sel teror.

”Saat ini kami terus masih mengikuti eksistensi kelompok teror, ada 13.252 target yang kami pantau. Dan tentunya ini menjadi perhatian kami, karena saat ini sedang terjadi konflik global yang memang memiliki potensi akan adanya geliat terkait dengan hal ini,” terang dia.

Konflik global yang dimaksud oleh Jenderal Sigit adalah perang yang pecah di Timur Tengah. Yakni saling serang antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Menurut dia, serangan itu sudah sampai membuat Iran mengibarkan bendera merah sebagai simbol pembalasan.

”Dan pertanda serangan yang terjadi di Iran dan ini tentunya menjadi PR bagi rekan-rekan, khususnya Densus (88 Antiteror Polri), untuk bisa mempertahankan zero terrorist attack. Yang tentunya ini menjadi PR besar bagi kami,” ungkap Sigit.

Tugas itu juga tetap harus dilakukan di tengah persiapan Polri bersama instansi terkait lain untuk mengawal dan mengamankan mudik tahun ini.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore