Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Mei 2026 | 18.28 WIB

Operasi 'Project Freedom' Dimulai, AS Klaim Tenggelamkan 6 Kapal Cepat Milik Iran, IRGC Membantah 

Kapal dan perahu di Selat Hormuz, Musandam, Oman, 4 Mei 2026. (REUTERS/Stringer) - Image

Kapal dan perahu di Selat Hormuz, Musandam, Oman, 4 Mei 2026. (REUTERS/Stringer)

JawaPos.com - Militer Amerika Serikat (AS) mengklaim berhasil menghancurkan enam kapal kecil Iran serta mencegat sejumlah rudal jelajah dan drone dalam eskalasi terbaru di Selat Hormuz, Senin (waktu setempat).

Serangan itu terjadi saat Teheran berupaya menggagalkan operasi angkatan laut AS untuk membuka kembali jalur pelayaran vital dunia.

Presiden Donald Trump sebelumnya secara resmi meluncurkan operasi militer bertajuk 'Project Freedom'. Langkah ini diambil untuk merebut kembali kendali atas Selat Hormuz, yang sebelumnya ditutup efektif oleh Iran sejak konflik dengan AS dan Israel pecah pada 28 Februari.

Komandan United States Central Command, Laksamana Brad Cooper, mengungkapkan bahwa pasukan Garda Revolusi Iran aktif mencoba mengganggu operasi tersebut.

“IRGC telah meluncurkan berbagai rudal jelajah, drone, dan kapal kecil ke arah kapal-kapal yang kami lindungi. Kami berhasil mengalahkan setiap ancaman tersebut melalui penggunaan sistem pertahanan yang presisi,” ujar Cooper mengutip Reuters.

Ia juga memperingatkan pasukan Iran agar tidak mendekati aset militer AS, mengingat operasi ini melibatkan sekitar 15.000 personel, kapal perusak Angkatan Laut, lebih dari 100 pesawat udara dan laut, serta sistem bawah laut.

Meski gencatan senjata sempat diumumkan pada 8 April, Cooper menolak memastikan apakah kesepakatan tersebut masih berlaku, terutama setelah Iran kembali melancarkan serangan, termasuk ke Uni Emirat Arab pada hari yang sama.

Operasi 'Project Freedom' dilakukan secara bertahap, dimulai dengan pembersihan ranjau laut yang dipasang Iran. Setelah itu, AS menguji keamanan jalur dengan mengirim dua kapal komersial berbendera Amerika melintasi Selat Hormuz.

Namun, pihak Iran membantah klaim tersebut. Garda Revolusi Iran menyatakan tidak ada kapal komersial yang melintas dalam beberapa jam terakhir, dan menyebut pernyataan AS sama sekali tidak benar.

Media pemerintah Iran juga menyangkal laporan bahwa kapal mereka telah ditenggelamkan.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore