
Menko Polkam Djamari Chaniago saat berkunjung ke KBRI Malaysia akhir pekan lalu. Dia menyoroti persoalan PMI tanpa dokumen resmi di Malaysia. (Kemenko Polkam)
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago mengecek Kilang Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Selasa (3/3). Tujuannya untuk memastikan ketahanan energi nasional menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah dan memastikan ketahanan kilang tersebut pasca meletusnya perang di Timur Tengah.
”Kedatangan saya ke sini untuk meninjau seberapa jauh operasional Proyek Strategis Nasional Refinery Development Master Plan (PSN RDMP) Balikpapan sebagai bagian dari urat nadi ketahanan energi nasional,” kata Djamari.
Menurut salah seorang menteri senior berlatar belakang militer itu, situasi global harus menjadi atensi. Terlebih setelah memanasnya konflik di Timur Tengah pasca serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran. Dia mengingatkan menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah eskalasi tersebut menjadi sangat penting.
”Agar PSN RDMP Balikpapan ini benar-benar dijaga sebaik mungkin bersama-sama oleh semua pihak terkait. Pangdam dan kapolda agar pelihara dan tingkatkan keamanan wilayah. Jalur laut agar dijaga ketertibannya sehingga tidak ada kejadian atau kecelakaan yang merusak jalur pipa minyak,” pinta Djamari.
Dalam kesempatan itu, menko polkam mendapat laporan dari Direktur Utama PT. KPB Bambang Harimurti. Bambang menyampaikan, progress PSN RDMP Balikpapan, overview operasional kilang dan kemampuan Kilang Balikpapan yang mengolah sejumlah 360 ribu barel minyak per hari. Dia menyebut, sampai hari ini progres PSN RDMP sudah mencapai lebih dari 97 persen.
”Dan operasional produksi berjalan baik untuk mendukung, kebutuhan energi nasional. Kilang Balikpapan tidak secara langsung terpengaruh dengan terganggunya pasokan minyak dari Timur Tengah, karena sumber minyak mentahnya bukan dari sana, melainkan dari lokal Indonesia dan seputar Asia Tenggara,” terang dia.
Sementara itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menghaturkan terima kasih kepada Djamari yang sudah meninjau Kilang Balikpapan. Dia berharap kunjungan itu dapat lebih meningkatkan koordinasi keamanan sebagai syarat utama beroperasinya Kilang Balikpapan.
”Saat ini ketahanan BBM nasional 20 hari. Kita belum punya cadangan energi nasional, yang ada cadangan operasional, maka disarankan perlu segera ada upaya untuk mewujudkan cadangan energi nasional,” ujarnya.
Usai mengunjungi Kilang Balikpapan, Djamari dan rombongan melanjutkan kunjungan kerja ke Markas Kodam VI/Mulawarman dalam rangka silaturahmi dan penguatan peran forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh adat, guna menjaga stabilitas di Kaltim.
