
Ilustrasi armada AS di Selat Hormuz. (Istimewa)
JawaPos.com - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) terkait eskalasi militer di Selat Hormuz. Peringatan ini muncul di tengah rangkaian serangan terbaru yang dikhawatirkan dapat memicu kembali konflik besar di kawasan strategis tersebut.
Kepala negosiator Iran menegaskan bahwa setiap langkah lanjutan dari pihak AS berpotensi memperburuk situasi. Pernyataan itu datang setelah militer Amerika melaporkan bahwa helikopter tempur Apache dan Seahawk mereka menyerang enam kapal Iran yang dinilai mengancam jalur pelayaran komersial.
Selain itu, serangan rudal dan drone yang diarahkan ke pasukan AS juga berhasil dipatahkan pada Senin.
Di saat bersamaan, Uni Emirat Arab melaporkan adanya serangan baru yang dikaitkan dengan Iran di wilayahnya, memperluas ketegangan yang kini menjalar ke berbagai titik di Timur Tengah.
Situasi kian memanas setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan rencana pengawalan kapal dari negara-negara netral untuk keluar dari Teluk. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi yang disebut 'Project Freedom', di tengah saling blokade maritim antara kedua pihak yang berebut pengaruh di Selat Hormuz.
Tokoh penting Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang juga menjabat sebagai Ketua Parlemen, menyampaikan pesan tegas melalui media sosial. “Kami sangat memahami bahwa kondisi saat ini tidak dapat ditoleransi oleh Amerika; sementara kami bahkan belum benar-benar memulai,” tulisnya di platform X.
Konflik yang telah berlangsung lebih dari dua bulan sejak serangan gabungan AS dan Israel ke Iran itu kini meluas ke berbagai negara di kawasan. Dampaknya terasa hingga ke perekonomian global, memengaruhi ratusan juta orang meskipun sempat terjadi gencatan senjata selama beberapa minggu.
Ghalibaf juga menuding kehadiran militer AS dan sekutunya justru memperburuk keamanan pelayaran internasional. Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerahkan kendali atas Selat Hormuz dan menyatakan bahwa 'kehadiran jahat' pihak lawan akan berkurang seiring waktu.
Di sisi lain, Iran membantah klaim bahwa kapal tempurnya mengalami kerusakan akibat serangan AS. Namun, Teheran menuduh Washington telah menewaskan lima warga sipil yang berada di kapal.
Meski ketegangan meningkat, aktivitas pelayaran belum sepenuhnya terhenti. Perusahaan logistik global Maersk melaporkan bahwa salah satu kapalnya berhasil melintasi Selat Hormuz dengan pengawalan militer AS.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
