Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Mei 2026 | 10.36 WIB

Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz, Iran Peringatkan AS: Kami Bahkan Belum Mulai

Ilustrasi armada AS di Selat Hormuz. (Istimewa) - Image

Ilustrasi armada AS di Selat Hormuz. (Istimewa)

JawaPos.com - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) terkait eskalasi militer di Selat Hormuz. Peringatan ini muncul di tengah rangkaian serangan terbaru yang dikhawatirkan dapat memicu kembali konflik besar di kawasan strategis tersebut.

Kepala negosiator Iran menegaskan bahwa setiap langkah lanjutan dari pihak AS berpotensi memperburuk situasi. Pernyataan itu datang setelah militer Amerika melaporkan bahwa helikopter tempur Apache dan Seahawk mereka menyerang enam kapal Iran yang dinilai mengancam jalur pelayaran komersial.

Selain itu, serangan rudal dan drone yang diarahkan ke pasukan AS juga berhasil dipatahkan pada Senin.

Di saat bersamaan, Uni Emirat Arab melaporkan adanya serangan baru yang dikaitkan dengan Iran di wilayahnya, memperluas ketegangan yang kini menjalar ke berbagai titik di Timur Tengah.

Situasi kian memanas setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan rencana pengawalan kapal dari negara-negara netral untuk keluar dari Teluk. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi yang disebut 'Project Freedom', di tengah saling blokade maritim antara kedua pihak yang berebut pengaruh di Selat Hormuz.

Tokoh penting Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang juga menjabat sebagai Ketua Parlemen, menyampaikan pesan tegas melalui media sosial. “Kami sangat memahami bahwa kondisi saat ini tidak dapat ditoleransi oleh Amerika; sementara kami bahkan belum benar-benar memulai,” tulisnya di platform X.

Konflik yang telah berlangsung lebih dari dua bulan sejak serangan gabungan AS dan Israel ke Iran itu kini meluas ke berbagai negara di kawasan. Dampaknya terasa hingga ke perekonomian global, memengaruhi ratusan juta orang meskipun sempat terjadi gencatan senjata selama beberapa minggu.

Ghalibaf juga menuding kehadiran militer AS dan sekutunya justru memperburuk keamanan pelayaran internasional. Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerahkan kendali atas Selat Hormuz dan menyatakan bahwa 'kehadiran jahat' pihak lawan akan berkurang seiring waktu.

Di sisi lain, Iran membantah klaim bahwa kapal tempurnya mengalami kerusakan akibat serangan AS. Namun, Teheran menuduh Washington telah menewaskan lima warga sipil yang berada di kapal.

Meski ketegangan meningkat, aktivitas pelayaran belum sepenuhnya terhenti. Perusahaan logistik global Maersk melaporkan bahwa salah satu kapalnya berhasil melintasi Selat Hormuz dengan pengawalan militer AS.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore