Ilustrasi Bansos PKH dan BPNT cair. (Pexels)
JawaPos.com - Kabar gembira bagi keluarga penerima manfaat (KPM) Bansos di seluruh Indonesia. Memasuki awal Ramadan 2026, realisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler secara nasional dilaporkan sudah hampir tuntas.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengonfirmasi bahwa distribusi bantuan berjalan sesuai target. Hal ini menjadi angin segar bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok di bulan suci.
"Alhamdulillah proses penyaluran bansos reguler terus berjalan dan sekarang sudah lebih dari 90 persen secara nasional, untuk Program Keluarga Harapan (PKH) maupun untuk Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau bantuan sembako," ujar Gus Ipul saat konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (25/2) malam.
Stimulus Khusus untuk Wilayah Terdampak Bencana
Selain penyaluran rutin nasional, Kemensos memberikan perhatian khusus pada wilayah yang tengah dalam masa pemulihan bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Untuk tiga provinsi ini, pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp1,8 triliun. Anggaran fantastis ini dialokasikan untuk 1,7 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar roda ekonomi di daerah terdampak kembali berputar.
"Bansos reguler untuk tiga provinsi itu diberikan kepada 1.763.038 keluarga penerima manfaat, nilai anggaranya Rp1,8 triliun," ujarnya.
Mengenal Bansos Adaptif: Dari Santunan hingga Jaminan Hidup
Tak hanya bansos reguler, Kemensos juga mengaktifkan skema Bansos Adaptif. Bantuan ini mencakup logistik, dapur umum, hingga santunan bagi korban bencana.
Hingga saat ini, santunan kematian telah disalurkan kepada 990 ahli waris dengan total nilai lebih dari Rp14 miliar. Gus Ipul menegaskan proses ini akan terus berjalan cepat.
"Dan ini terus, setiap ada surat, setelah diketemukan ahli warisnya, langsung kita salurkan untuk tiga provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara," imbuhnya.
Bagi warga di Sumatra yang sedang menjalani masa rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah juga mencairkan bantuan Jaminan Hidup (Jadup). Setiap orang akan menerima Rp450 ribu per bulan selama tiga bulan.
“Nilainya Rp238 miliar lebih, ini sudah mulai proses salur, karena tentu penerima manfaatnya sudah terverifikasi. Mulai dari usulan pemerintah daerah dan ditandatangani oleh Pak Mendagri sebagai Ketua Satgas Percepatan Rekonstruksi dan Rehabilitasi. Lalu kita mulai salurkan secara bertahap melalui PT POS maupun juga BSI,” jelas Gus Ipul.
Bantuan Isian Rumah dan Stimulus Ekonomi Rp5 Juta
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022