
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria. (istimewa)
JawaPos.com - Puluhan juta masyarakat Indonesia kini mendapatkan perlindungan setiap hari dari ancaman spam dan penipuan digital berkat penerapan sistem anti-spam dan anti-scam di jaringan telekomunikasi nasional.
Selama enam bulan penerapannya, sistem ini tercatat mampu menekan potensi kerugian masyarakat hingga mendekati Rp8 triliun.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menekankan bahwa upaya melindungi warga di ranah digital menjadi fokus utama pemerintah, seiring meningkatnya kejahatan siber yang memanfaatkan panggilan telepon, pesan singkat, hingga tautan berbahaya.
“Ruang digital yang terhubung dan terus tumbuh ini haruslah aman. Kita tidak bisa membiarkan masyarakat hidup dalam kecemasan saat beraktifitas di dunia digital,” ujar Wamen Nezar dalam acara Fighting Spam & Scams: Solving Real Problems, Delivering Real Impact di Jakarta Pusat, dikutip Senin (9/2).
Dalam pemaparannya, Wamen Nezar menyebutkan bahwa lebih dari 2 miliar panggilan, pesan, serta tautan yang berpotensi berbahaya berhasil teridentifikasi dalam kurun waktu enam bulan.
"Rata-rata lebih dari 33 juta pelanggan terlindungi setiap hari dari potensi scam dan penipuan digital," tuturnya.
Selain peran sistem, keterlibatan masyarakat juga menunjukkan peningkatan signifikan. Tercatat lebih dari 2,5 juta pelanggan telah mengaktifkan fitur perlindungan serta aktif melaporkan indikasi spam dan penipuan.
“Ini menunjukkan kekuatan kolaborasi antara penyedia layanan dan masyarakat dalam memerangi kejahatan digital. Tujuan kita sama, memastikan ruang digital Indonesia tetap terhubung, menjadi ruang untuk tumbuh, dan senantiasa terjaga,” tandasnya.
Berdasarkan estimasi operator telekomunikasi, sistem perlindungan ini berhasil menghindarkan pelanggan dari potensi kerugian finansial hingga sekitar 500 juta dolar AS atau setara Rp8 triliun.
Nilai tersebut mencerminkan besarnya ancaman penipuan digital terhadap stabilitas ekonomi rumah tangga.
Ke depan, Wamen Nezar menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat kerja sama dengan industri telekomunikasi agar sistem perlindungan ini dapat diterapkan secara lebih luas dan menjadi standar nasional.
“Kami membutuhkan peran aktif dari seluruh pemangku kepentingan, terutama dari sektor swasta untuk berkontribusi secara proaktif dalam menciptakan ekosistem yang aman, nyaman, dan produktif bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022