
BPBD Jawa Timur lakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga akhir tahun 2025, untuk mencegah potensi bencana banjir dan longsor. (Humas BPBD Jatim)
JawaPos.com - Guna menanggulangi bencana banjir dan longsor di Kudus, Jawa Tengah (Jateng), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Selain itu, turut disiagakan 1 unit pesawat untuk melakukan OMC.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa OMC merupakan langkah atau penanganan jangka pendek yang dilakukan oleh instansinya. OMC dilakukan atas rekomendasi dari BMKG. Sesuai rencana, OMC berlangsung selama 5 hari ke depan. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang sesuai hasil evaluasi dan pemantauan di lapangan.
”Untuk Jawa Tengah, atas arahan dari BMKG kami melakukan OMC. Sementara sejak kemarin 3 hari sampai sekarang ini ada 1 pesawat yang terus melaksanakan operasi modifikasi cuaca,” ucap Suharyanto pada Jumat (16/1).
Jenderal bintang tiga TNI AD itu menyatakan, meski cuaca di Kudus masih terpantau mendung, namun dia menilai bahwa OMC tetap mampu optimal untuk penanganan banjir di Kudus dan sekitarnya. Selain Kudus, ada beberapa daerah lain yang juga terdampak banjir di Jateng. Diantaranya Jepara dan Pati yang akan ditinjau oleh Suharyanto hari mulai besok.
Sebelumnya, BNPB menyatakan bahwa banjir yang merendam wilayah Kudus, berdampak signifikan. Sebanyak 38 desa di 7 kecamatan terendam, 5.890 rumah terdampak, dan 1.805 warga terpaksa mengungsi. Suharyanto telah meninjau lokasi terdampak bencana tersebut hari ini. Dia menekankan pentingnya normalisasi Sungai Juwana.
Menurut Suharyanto, kebutuhan dasar untuk para pengungsi sudah terjamin. Namun, mereka menginginkan solusi jangka panjang agar banjir tidak berulang. Untuk itu, diperlukan penanganan Daerah Aliran Sungai (DAS) Juwana di Kudus. Para korban terdampak banjir berharap besar agar sungai tersebut bisa dinormalisasi.
”Ada satu hal tadi yang menjadi keluhan warga masyarakat terdampak di Kabupaten Kudus. Kebutuhan dasar mereka, mereka tidak perlukan, artinya terjamin. Tetapi, mereka meminta normalisasi Sungai Juwana supaya bencana serupa tidak terjadi di kemudian hari,” jelasnya.
Atas permintaan tersebut, BNPB langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait penanganan jangka panjang DAS Juwana. Suharyanto menyebut, sejatinya normalisasi Sungai Juwana telah menjadi program dan perhatian BBWS. Langkah itu dipastikan akan tetap dan terus menjadi atensi sesuai dengan harapan masyarakat Kudus.
”Kali Juwana, normalisasinya yang utama untuk jangka menengah-jangka panjangnya ini bisa segera terealisasi, sehingga tahun depan itu tidak terjadi lagi banjir di titik atau daerah yang sama seperti saat ini,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022