
Presiden Prabowo Subianto. (Tangkapan layar YouTube Kemensos RI)
JawaPos.com-Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI, menyampaikan Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyambangi Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam rangkaian kunjungan kerjanya di beberapa provinsi Kalimantan, Senin.
Kunjungan ke IKN menjadi agenda terakhir Presiden Prabowo di Kalimantan, setelah Presiden meresmikan 166 Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin pagi, kemudian Presiden juga dijadwalkan meresmikan kilang Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin sore.
"Mohon doa restu, selanjutnya dari Balikpapan akan nengok ke IKN," kata Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan pada sela-sela kegiatannya di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin.
Kunjungan ke IKN hari ini akan menjadi yang pertama dilakukan oleh Prabowo sebagai Presiden Ke-8 RI. Prabowo terakhir kali berkunjung ke IKN saat dirinya telah ditetapkan sebagai presiden terpilih, dan masih menjabat menteri pertahanan di bawah kepemimpinan Presiden Ke-7 Joko Widodo pada 13 September 2024.
Prabowo beserta jajaran Kabinet Indonesia Maju saat itu menghadiri Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin oleh Presiden Ke-7 Jokowi di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, Jumat. Pertemuan itu menjadi sidang kabinet paripurna terakhir yang dipimpin oleh Jokowi.
Dalam rapat itu, Jokowi memberi arahan mengenai transisi pemerintahan, kemudian menerima laporan akhir dari para menteri koordinator.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, IKN ditargetkan sebagai ibu kota politik Indonesia pada tahun 2028. Dengan demikian, kegiatan pemerintahan eksekutif, legislatif, dan yudikatif diproyeksikan berlangsung di IKN dalam waktu 2 tahun ke depan.
Sejauh ini, tahapan pembangunan untuk gedung-gedung perkantoran telah berjalan. Badan Otorita IKN telah meneken kontrak hasil lelang pembangunan kompleks legislatif dan yudikatif pada akhir Oktober sampai dengan November 2025.
Kompleks legislatif itu akan dibangun di atas lahan seluas 42 hektare, dan mencakup Gedung Sidang Paripurna, Serambi Musyawarah, Plaza Demokrasi, museum dan perkantoran. Total anggaran yang dialokasikan untuk membangun kompleks legislatif sebesar Rp 8,5 triliun.
Kemudian, kompleks yudikatif di IKN akan dibangun di atas lahan seluas 15 hektare, dan mencakup sejumlah gedung untuk Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, dan Komisi Yudisial. Total anggaran yang dialokasikan untuk membangun kompleks yudikatif sebesar Rp3,1 triliun. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022