
Keceriaan siswa siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Furqon, Bandung saat menikmati sajian menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Royyan/JawaPos.com)
JawaPos.com — Selama setahun terakhir, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto telah tersalurkan kepada 55 juta penerima manfaat per Senin (5/1). Presiden Praboeo menyebut penyalurkan program MBG kepada sekitar 55 juta penerima manfaat per Senin (5/1). Menurutnya, progres tersebut tergolong sangat cepat jika dibandingkan dengan negara lain yang memiliki kebijakan serupa, seperti Brasil.
Prabowo menjelaskan, Indonesia mampu mencapai angka tersebut hanya dalam kurun waktu satu tahun. Sementara itu, Brasil baru bisa menyalurkan program makan gratis kepada sekitar 40 juta penerima manfaat setelah 11 tahun pelaksanaan.
“Hari ini sudah ada 55 juta penerima manfaat (MBG) di Indonesia, berarti itu sama dengan memberi makan delapan kali Singapura. Tiap hari kita beri makan 55 juta mulut. Presiden Brasil menyampaikan ke saya, mereka mencapai 40 juta (penerima) dalam 11 tahun, kita 55 juta dalam satu tahun,” ujar Prabowo dalam sambutan Perayaan Natal Nasional, Senin (5/1).
Ia pun kemudian mengungkapkan latar belakang munculnya kebijakan tersebut. Ia berkisah, ide ini muncul setelah ia kerap merasa tidak tega melihat anak-anak di pedesaan yang telah berusia menjelang remaja, namun kondisi fisiknya tidak mencerminkan usia mereka akibat kekurangan gizi.
Berangkat dari pengalaman tersebut, Prabowo mengatakan dirinya melakukan kajian dan studi kebijakan ke berbagai negara terkait pemenuhan gizi masyarakat. Salah satu yang menjadi rujukan adalah India yang memprioritaskan anggaran negara untuk program makan bergizi bagi kelompok rentan.
“Saya keliling dunia, saya belajar. Saya lihat bagaimana India membantu rakyat miskinnya dengan makan bergizi gratis,” lanjutnya.
Kini, pemerintah indonesia telah berhasil merealisasikan kebijakan tersebut secara masif. Bahkan menurutnya, program MBG juga mendapat apresiasi dari kalangan internasional.
Ia berkisah bahwa para ahli dari Rockefeller Institute sempat menilai MBG sebagai investasi pemerintahan yang terbaik. Pasalnya, setiap Rp1 investasi kepada program MBG dapat menghasilkan efek pengganda ekonomi sebesar 5–35 kali lipat.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa dampak ekonomi bukanlah tujuan utama dari program tersebut. Baginya, yang paling penting adalah memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak.
“Saya tidak mengejar itu. Saya hanya didorong oleh rasa tidak sampai hati melihat anak-anak Indonesia kekurangan gizi,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022