
Pantauan arus mudik dari arag barat memasuki Gerbang Tol Kalikangkung mulai terlihat padat, Minggu (23/3/2025). (Istimewa).
JawaPos.com – Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 akan terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025 dengan perkiraan pergerakan sebanyak 17,18 juta orang.
“Kami memprediksi puncak arus mudik masa libur Nataru 2025/2026 akan terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025 dengan perkiraan pergerakan 17,18 juta orang, sementara puncak arus balik diprediksi terjadi Jumat, 2 Januari 2026 dengan perkiraan pergerakan sebanyak 20,81 juta orang,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, dikutip Minggu (7/12).
Lebih lanjut, Dudy menyampaikan untuk memantau pergerakan masyarakat, Kemenhub akan menggelar Posko Terpadu Angkutan Nataru 2025/2026 mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
Ia menekankan dua isu utama yang perlu diantisipasi, yakni potensi lonjakan penumpang dan risiko cuaca ekstrem. Namun terkait itu, Kemenhub akan berkoordinasi dengan BMKG serta stakeholder terkait melalui posko Nataru, sekaligus menambah personel di area siaga.
Di sektor darat, langkah mitigasi meliputi buffer zone, delaying system, contraflow, hingga one-way secara situasional, termasuk pengaturan penyeberangan. Di sektor laut, disiapkan kapal navigasi, patroli, dan pelabuhan alternatif.
"Di sektor udara, dilakukan ramp check, optimalisasi jam operasional bandara, dan penambahan kapasitas penerbangan. Sementara di kereta api, disiapkan Daerah Pemantauan Khusus (DAPSUS), Alat Material Untuk Siaga (AMUS), serta personel siaga di perlintasan sebidang," jelasnya.
Selain itu, Kemenhub menegaskan komitmen untuk memprioritaskan keamanan dan keselamatan semua moda transportasi. Sampai saat ini, telah dilakukan ramp check terhadap 40.683 kendaraan darat, 987 kapal laut, 191 kapal penyeberangan, 363 pesawat yang serviceable, dan 3.333 sarana kereta api.
Di sisi lain, Menhub Dudy menekankan ada empat faktor penting dalam pelaksanaan Angkutan Nataru 2025/2026. Terdiri dari, keamanan dan keselamatan utama, sinergi antarpemangku kepentingan, perhatian terhadap detail dalam perencanaan hingga pelaksanaan, serta kesiapsiagaan menghadapi kejadian luar biasa.
“Jika empat faktor tersebut bisa kita pedomani dan laksanakan dengan baik, bukan tak mungkin Zero Accident dan Zero Fatality dapat terwujud,” jelas Dudy.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
