
Proses evakuasi gerbong terakhir, gerbong 10 KRL, dalam insiden kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo, di stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com – Komisi V DPR RI berencana memanggil Kementerian Perhubungan (Kemenhub), PT Kereta Api Indonesia (KAI), serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam waktu dekat. Langkah ini diambil sebagai respons atas kecelakaan kereta yang terjadi di Bekasi, Jawa Barat, pada Senin malam (27/4).
Wakil Ketua Komisi V DPR, Syaiful Huda, mengatakan pihaknya tengah membahas waktu pelaksanaan evaluasi tersebut, apakah dilakukan saat masa reses atau setelahnya. Mengingat, saat ini DPR tengah menjalani masa reses hingga 11 Mei 2026.
“Kami mendorong evaluasi. Pimpinan komisi saat ini masih berkoordinasi untuk memastikan apakah pemanggilan KAI dan Kementerian Perhubungan dilakukan di masa reses ini atau setelahnya, mengingat masa reses cukup singkat,” kata Huda kepada wartawan, Selasa (28/4).
Kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh. Huda menilai, salah satu penyebab utama insiden tersebut adalah perlintasan sebidang.
Ia mengusulkan agar setiap perlintasan sebidang memiliki petugas jaga atau relawan untuk meningkatkan keselamatan.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat berkomitmen, sambil menunggu pemerintah pusat menuntaskan persoalan ini. Minimal, ada relawan yang disiapkan untuk memastikan setiap perlintasan sebidang dijaga, sehingga lalu lintas dapat berjalan dengan aman,” tegasnya.
Huda juga menyoroti banyaknya perlintasan sebidang di jalur kereta dari Jakarta hingga Surabaya yang mencapai ribuan titik dan belum tertangani dengan baik. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang perlu segera dibenahi, terutama dari sisi keamanan.
Ia menambahkan, data menunjukkan bahwa sebagian besar kecelakaan kereta api disebabkan oleh masalah di perlintasan sebidang.
Karena itu, ia khawatir peristiwa serupa seperti di Bekasi, adanya kendaraan yang mogok di perlintasan dan tidak segera dievakuasi kembali terulang, akibat tidak adanya penjagaan.
“Jika ada petugas atau relawan, seharusnya kendaraan yang mogok bisa segera ditangani dan dievakuasi. Yang terpenting adalah ada pihak yang bertanggung jawab memastikan tidak ada hambatan di perlintasan sebidang,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022