
Sudirman Said saat mengisi Forum EDUPSY Series 1.0 di Universitas Harkat Negeri pada Selasa (11/11). Dia menyinggung kepemimpinan Jenderal Soedirman sejak usia muda. (Universitas Harkat Negeri)
JawaPos.com - Rektor Universitas Harkat Negeri Sudirman Said turut meramaikan Forum EDUPSY Series 1.0 pada Selasa (11/11). Dalam kesempatan itu, dia menyinggung beberapa tokoh bangsa yang pantas dijadikan sebagai pemimpin teladan. Salah satunya Jenderal Soedirman yang sudah mendapat kepercayaan menjadi panglima tertinggi tentara di usia muda.
Menurut Sudirman, sudah seharusnya para pejabat publik dan pendidik di Indonesia menanamkan nilai-nilai kepemimpinan yang intrinsik. Yakni nilai kepemimpinan yang melampaui otoritas formal dan bersandar pada integritas, kejujuran, serta tanggung jawab. Salah satu figur yang dia nilai bisa menjadi contoh adalah Jenderal Soedirman yang diangkat menjadi panglima tertinggi pada usia 29 tahun.
"Jenderal Soedirman yang pada usia 29 tahun diangkat menjadi panglima tertinggi karena keteladanannya, berlatar guru sekolah Muhammadiyah. Kekuatan sejati seorang pemimpin terletak pada kepribadian dan komitmennya, bukan pada pangkatnya," ungkap dalam keterangan tertulis.
Sudirman menyampaikan bahwa pada hakikatnya pemimpin adalah seorang pendidik. Karena itu, dia menyatakan, para pemimpin Indonesia saat ini juga harus berperilaku sebagai pendidik. Menurut dia, kepemimpinan sejati bukan bertolak dari jabatan atau kekuasaan, melainkan dari pengaruh yang ditumbuhkan oleh kepercayaan dan keteladanan.
Pemimpin yang mendidik, lanjut Sudirman, adalah pemimpin yang menggerakkan tanpa memaksa, membangkitkan semangat tanpa menakut-nakuti. Selain Jenderal Soedirman, tokoh-tokoh lain yang patut diteladani adalah Ki Hajar Dewantara, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy’ari, Tan Malaka, R.A. Kartini, RA Kardinah, dan Bung Hatta.
"Semua pernah mengajar, menulis, atau mendidik, bahkan sebelum mereka memimpin bangsa," ujarnya.
Mantan menteri ESDM di era Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo itu pun mengingatkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang lahir dari ruang pendidikan. Dia tegas menyatakan, pendiri Republik Indonesia tidak sekedar memimpin dari depan, melainkan juga membimbing seluruh anak bangsa untuk terus berpikir dan bergerak hingga kemerdekaan dapat diraih.
Dia yakin, kepemimpinan bukan bakat bawaan, melainkan sesuatu yang bisa dipelajari, diasah, dan dikembangkan. Sedikitnya ada 5 praktik kepemimpinan yang menandai pemimpin efektif. Yakni memberi teladan, menginspirasi visi bersama, berani keluar dari zona nyaman, memberdayakan orang lain, serta menyemangati hati dan jiwa mereka yang dipimpin.
"Dalam konteks inilah kepemimpinan dan pendidikan berkelindan dalam satu napas, membentuk manusia yang merdeka, tangguh, dan berkarakter," pungkasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
