Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Mei 2026 | 16.25 WIB

Eks Menteri ESDM Sudirman Said Sebut Pola Pikir Jangka Pendek jadi Lemahnya Ketahanan Energi Nasional

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, dalam diskusi di kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis (30/4). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com) - Image

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, dalam diskusi di kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis (30/4). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

JawaPos.com-Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, menyatakan ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah berdampak langsung pada pasokan minyak dunia, termasuk Indonesia.

Ia menyoroti tiga masalah utama yang dinilai tidak pernah berubah dan menjadi penyebab rapuhnya ketahanan energi nasional.

“Tekanan terhadap energy security kita terus terjadi karena tiga aspek fundamental,” kata Sudirman dalam diskusi di kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis (30/4).

Tiga persoalan tersebut adalah pola pikir jangka pendek (short-termism), dominasi politik serta kebijakan populis, dan maraknya praktik konflik kepentingan (conflict of interest) antara pengambil kebijakan dan pelaku usaha.

“Ketiga masalah itulah yang telah menciptakan kegagalan sistemik yang berulang dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, dampak dari persoalan tersebut membuat Indonesia terus gagal mengelola sektor-sektor fundamental yang berdimensi jangka panjang. Mulai dari riset dan pengembangan migas, eksplorasi, transisi energi, hingga tata kelola pasokan minyak, semuanya berjalan lambat atau bahkan terhenti.

Sudirman menyatakan, dunia saat ini tengah menghadapi krisis pasokan minyak global akibat konflik di Timur Tengah. International Energy Agency menyebut kondisi ini sebagai salah satu disrupsi terbesar dalam sejarah pasar energi. Namun, krisis eksternal tersebut hanya memperlihatkan kelemahan yang sebenarnya sudah lama ada.

Menurutnya, saat ini Indonesia mengonsumsi sekitar 1,6 juta barel minyak per hari (bph), tetapi hanya mampu memproduksi sekitar 600–610 ribu bph. Sehingga, lebih dari separuh kebutuhan nasional masih bergantung pada impor.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore