
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta (8/10). (Hilmi/Setiawan)
JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) langsung menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan keamanan konstruksi gedung pesantren. Termasuk soal administrasi pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB), juga akan dilakukan pendampingan.
Perkembangan penanganan keamanan pesantren dari risiko bangunan ambruk itu disampaikan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno usai membuka Akademi Kepemimpinan Mahasiswa Nasional (Akminas) 2025 di Jakarta (8/10).
Dia menjelaskan sudah ada arahan dari Presiden Prabowo kepada Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar untuk mengecek kondisi bangunan pesantren di Indonesia.
"Kita akan langsung tancap gas. Nanti kami akan rapat bersama di (kantor) Kemenko PMK," katanya.
Suyitno mengatakan untuk langkah jangka pendek adalah mendata atau memetakan pesantren yang berpotensi mempunyai bangunan rusak. Atau pesantren dengan bangunan yang sudah tua. Salah satu caranya adalah mendata pesantren-pesantren yang usianya sudah lebih dari seabad.
"Itu prioritas Kemenag pada jangka pendek ini," tuturnya. Menurut dia data kondisi bangunan pesantren itu sangat penting. Untuk jadi dasar program berikutnya. Yaitu penilaian dari ahli konstruksi. Jika ditemukan ada bangunan yang rawan, nantinya bakal diperbaiki.
Suyitno lantas merespon soal sedikitnya Pesantren yang mempunyai IMB. Pasalnya belakangan ramai diberitakan dari ratusan ribu pesantren di Indonesia, hanya sekitar 50 unit yang mempunyai IMB. Dia mengatakan informasi tersebut adalah sampling atau contoh.
"Rasa-rasanya nggak mungkin sebuah bangunan tidak ada IMB," katanya.
Meskipun begitu Suyitno tidak menampik bahwa perlu dilakukan pendataan lebih lanjut terkait kelengkapan administrasi IMB tersebut. Dia menegaskan pendampingan terkait keamanan gedung Pesantren dari risiko roboh dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya dari satu aspek saja.
Seperti diketahui publik dikejutkan tragedi musala ambruk di Pesantren Al Khoziny Sidoarjo pada Senin, 29 September lalu. Kasus ini diduga akibat kegagalan konstruksi musala.
Saat kejadian, para santri sedang salat Asar berjamaah. Jumlah santri yang wafat akibat kejadian itu ada sekitar 65 korban. Kemudian ada lebih dari seratus yang selamat. Proses evakuasi yang dilakukan oleh Basarnas masih berlangsung.
Sehari setelah kejadian Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau lokasi musala ambruk di Sidoarjo itu. Di lokasi dia menyampaikan duka, menyapa keluarga korban, serta melihat langsung penanganan korban terdampak.
Selain itu Nasaruddin juga menyalurkan bantuan sebesar Rp 610 juta. Nasaruddin juga meminta Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur untuk melakukan sejumlah langkah proaktif dalam membantu penanganan korban.

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
