Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Oktober 2025 | 06.51 WIB

Keamanan Konstruksi Pesantren Jadi Prioritas Kemenag

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta (8/10). (Hilmi/Setiawan) - Image

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta (8/10). (Hilmi/Setiawan)

JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) langsung menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan keamanan konstruksi gedung pesantren. Termasuk soal administrasi pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB), juga akan dilakukan pendampingan.

Perkembangan penanganan keamanan pesantren dari risiko bangunan ambruk itu disampaikan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno usai membuka Akademi Kepemimpinan Mahasiswa Nasional (Akminas) 2025 di Jakarta (8/10).

Dia menjelaskan sudah ada arahan dari Presiden Prabowo kepada Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar untuk mengecek kondisi bangunan pesantren di Indonesia.

"Kita akan langsung tancap gas. Nanti kami akan rapat bersama di (kantor) Kemenko PMK," katanya.

Suyitno mengatakan untuk langkah jangka pendek adalah mendata atau memetakan pesantren yang berpotensi mempunyai bangunan rusak. Atau pesantren dengan bangunan yang sudah tua. Salah satu caranya adalah mendata pesantren-pesantren yang usianya sudah lebih dari seabad.

"Itu prioritas Kemenag pada jangka pendek ini," tuturnya. Menurut dia data kondisi bangunan pesantren itu sangat penting. Untuk jadi dasar program berikutnya. Yaitu penilaian dari ahli konstruksi. Jika ditemukan ada bangunan yang rawan, nantinya bakal diperbaiki.

Suyitno lantas merespon soal sedikitnya Pesantren yang mempunyai IMB. Pasalnya belakangan ramai diberitakan dari ratusan ribu pesantren di Indonesia, hanya sekitar 50 unit yang mempunyai IMB. Dia mengatakan informasi tersebut adalah sampling atau contoh.

"Rasa-rasanya nggak mungkin sebuah bangunan tidak ada IMB," katanya.

Meskipun begitu Suyitno tidak menampik bahwa perlu dilakukan pendataan lebih lanjut terkait kelengkapan administrasi IMB tersebut. Dia menegaskan pendampingan terkait keamanan gedung Pesantren dari risiko roboh dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya dari satu aspek saja.

Seperti diketahui publik dikejutkan tragedi musala ambruk di Pesantren Al Khoziny Sidoarjo pada Senin, 29 September lalu. Kasus ini diduga akibat kegagalan konstruksi musala.

Saat kejadian, para santri sedang salat Asar berjamaah. Jumlah santri yang wafat akibat kejadian itu ada sekitar 65 korban. Kemudian ada lebih dari seratus yang selamat. Proses evakuasi yang dilakukan oleh Basarnas masih berlangsung.

Sehari setelah kejadian Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau lokasi musala ambruk di Sidoarjo itu. Di lokasi dia menyampaikan duka, menyapa keluarga korban, serta melihat langsung penanganan korban terdampak.

Selain itu Nasaruddin juga menyalurkan bantuan sebesar Rp 610 juta. Nasaruddin juga meminta Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur untuk melakukan sejumlah langkah proaktif dalam membantu penanganan korban. 

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore