Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Oktober 2025 | 02.24 WIB

Buka MQK Internasional, Menag Nasaruddin Umar Ajak Peserta Doakan Korban Pesantren Al Khoziny Sidoarjo Jadi Syuhada dan Masuk Surga

Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam pembukaan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Internasional 2025 di Wajo, Sulawesi Selatan (2/10). (Humas Kemenag)

 

JawaPos.com - Gelaran Musabaqoh Qira'atil Kutub Internasional (MQKI) 2025 di Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (2/10) dibuka di tengah suasana duka.

Yaitu adanya kasus masjid ambruk dan menimpa santri di Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur.

Dalam momen pembukaan itu, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak seluruh peserta dan undangan mendoakan korban Al Khoziny.

"Saya mengajak kita semua untuk menundukkan kepala sejenak. Mendoakan santri yang jadi korban masjid roboh," kata Nasaruddin.

Dia mengatakan bahwa proses evakuasi masih terus berjalan. Sejumlah santri dilaporkan meninggal dunia. Kemudian yang lainnya berhasil diselamatkan.

Nasaruddin mengatakan bahwa korban wafat dari kejadian itu pasti dicatat sebagai syuhada. Karena wafat dalam kondisi sedang menjalani salat asar. Selain itu para santri juga sedang berjuang menuntut ilmu agama.

Informasi terbaru jumlah korban wafat ada lima orang. "Izinkan saya mengajak mendoakan mereka masuk surga," katanya.

Dia juga menyampaikan kasus di Pesantren Al Khoziny itu jadi pelajaran bersama. Yaitu pembangunan pesantren harus mengikuti aturan-aturan yang berkaitan dengan arsitektur.

Lebih lanjut, Nasaruddin mengatakan pembukaan MQK Internasional 2025 adalah momen yang spesial.

Karena ajang lomba membaca kitab kuning itu tidak hanya diikuti peserta dari Indonesia. Tetapi juga dari sejumlah negara sahabat. Khususnya dari negara-negara ASEAN.

Kemenag selaku penyelenggara, menjadikan ajang MQK Internasional 2025 itu sebagai ajang diplomasi budaya.

Kegiatan yang dipusatkan di Pesantren As’adiyah, Wajo, Sulawesi Selatan itu diikuti 798 santri dalam negeri yang berkompetisi. Selain itu ada 20 peserta dari negara-negara ASEAN yang ikut adu jago membaca kitab kuning.

MQK Internasional Jadi Diplomasi Budaya

Nasaruddin menyampaikan MQK Internasional adalah diplomasi budaya. Khususnya budaya di pesantren untuk meneguhkan Islam rahmatan lil-‘alamin di mata dunia. Kegiatan MQK Internasional itu sekaligus memperingati Hari Santri Nasional 2025.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore