Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 April 2026 | 04.47 WIB

Temui Menag Nasaruddin, Pengasuh Ponpes Denanyar Gus Salam Minta Restu Nyalon Jadi Ketum PBNU

Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar Jombang, Abdussalam Shohib atau Gus Salam menemui Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar Jombang, Abdussalam Shohib atau Gus Salam menemui Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di kantor Kemenag, Jakarta Pusat. Baginya, Nasaruddin adalah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang sudah mengabdikan diri bagi organisasi lebih dari 40 tahun.
 
Gus Salam menyampaikan, Nasaruddin sudah aktif di NU sejak muda. Kini dia juga berstatus sebagai Rais PBNU.
 
“Beliau kan kiai-ulama NU yang ditakdirkan mendapat tugas sebagai Menteri Agama RI. Kita sebagai santri sepatutnya sowan, ngaji-belajar dan berdiskusi dengan beliau,” kata Gus Salam, Selasa (14/4).
 
Dia menilai, Nasaruddin memiliki pengalaman berorganisasi yang panjang. Menag dikenal sebagai sesepuh Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII). Selain itu, pernah menjadi Katib Aam PBNU tahun 2004-2009, mendampingi Rais Aam, Muhammad Achmad Sahal Mahfudh.
 
 
“Waktu silaturrahim dan diskusi dengan beliau, tadi, Prof. Nasaruddin sebagaimana para sesepuh NU yang lain, merasakan keprihatinan yang mendalam atas situasi PBNU saat ini. Kita merasakannya belum pernah terjadi sepanjang berdirinya NU,” imbuhnya.
 
Gus Salam mengatakan, Nasaruddin memiliki harapan agar ada rekonsiliasi di internal PBNU. Perlu ada pemulihan hubungan di antara petinggi, pengurus dan kader NU dengan mengesampingkan ego personal dan kelompok.
 
“Beliau (Menag) meminta agar ada kesungguhan dari semuanya untuk merajut kembali kebersamaan demi mengembalikan marwah, wibawa dan khidmah perjuangan NU di tengah-tengah umat,” jelasnya.
 
Nasaruddin, kata Gus Salam, memantau persiapan PBNU dalam penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU. Dan, mengungkapkan harapan supaya proses pergantian kepemimpinan PBNU melalui muktamar nanti dilaksanakan secara sehat, terbuka dan mengedepankan etika dalam berorganisasi dan berdemokrasi.
 
“Agar dibuka ruang seluas-luasnya bagi kader NU yang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk meraih kepercayaan Nahdliyyin, dipilih menjadi pimpinan PBNU selanjutnya oleh peserta muktamar. Prof. Nasar juga berharap, pada muktamar nanti bisa terpilih pemimpin NU yang jujur, amanah, luwes dan berintegritas,” tambahnya. 
 
Dalam pertemuan ini, Gus Salam juga meminta izin kepada Menag agar bisa menjalin silaturrahim dengan pimpinan NU di wilayah dan cabang yang sebagiannya adalah ASN di bawah naungan Kemenag RI. Langkah ini sebagai upaya memperkuat langkahnya dalam mencalonkan diri sebagai ketua umum PBNU.
 
“Saya minta ijin Pak Menag untuk bisa bersilaturrohim dengan pimpinan PWNU dan PCNU yang sebagiannya ASN-Pejabat Kemenag. Saya juga mohon pamit dan restu kepada Pak Nasar. Karena saya kan diminta oleh para Guru-Kiai saya dan diperintah berikhtiar untuk mendapatkan kepercayaan pengurus PW-PCNU sebagai calon Ketua Umum PBNU, mendatang,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore