Ketua DPR RI, Puan Maharani menyampaikan Laporan Kinerja DPR RI Tahun Sidang 2024–2025 dalam rapat paripurna khusus di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (2/10). (Istimewa)
JawaPos.com-Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan perlunya evaluasi total terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah sejumlah kasus keracunan massal menimpa ribuan siswa di berbagai daerah. Hal ini merespons ramainya desakan untuk melakukan moratorium terhadap program MBG.
Menurutnya, langkah korektif mendesak dilakukan agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu tidak tercoreng.
"Terkait dengan MBG, tentu saja karena ini kepentingannya untuk anak-anak generasi penerus bangsa, bahkan bapak presiden pun sudah menyampaikan bahwa ini satu program yang sangat penting bagaimana kemudian meningkatkan gizi seluruh anak Indonesia,” kata Puan usai Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/10).
Puan menilai berbagai kendala di lapangan harus segera diatasi. Karena itu, ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh sekaligus perbaikan dalam tata kelola MBG.
“Namun tentu saja karena perlu dilakukan evaluasi secara total dan perlu diperbaiki," tegasnya.
Ia pun mendorong segera diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) tentang tata kelola MBG, sebagaimana telah dibahas dalam rapat Komisi IX DPR bersama Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Kesehatan, dan BPOM.
"DPR RI kemarin melalui Komisi sudah meminta supaya ada payung hukumnya berupa Perpres, dan saya sudah mendapatkan laporan bahwa akan segera dikeluarkan Perpres terkait payung hukum, sehingga bisa melibatkan seluruh kementerian lembaga yang terkait," jelasnya.
Menurutnya, kehadiran Perpres sangat penting agar koordinasi antar-lembaga lebih efektif. Selain itu, payung hukum ini diharapkan mampu menekan potensi terjadinya keracunan massal yang belakangan mencoreng pelaksanaan program MBG.
"Sehingga nantinya bisa ikut membantu dan tentu saja menjaga jangan sampai kemudian proses dari penyediaan program makan bergizi ini menganggap mempunyai masalah lagi di lapangan," ujarnya.
Puan juga mengingatkan pentingnya penertiban dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih banyak belum memenuhi syarat serta belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Hal ini menjadi salah satu faktor pemicu kasus keracunan yang tak boleh terulang kembali.
"Karena memang ini programnya sangat baik untuk anak Indonesia meningkatkan gizi, hanya memang prosesnya dan mekanismenya harus total dievaluasi," paparnya. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022