
Seorang emak-emak berkerudung Pink mencopot banner Maulid Nabi yang terpasang di pagar DPR RI, Jumat (5/8). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Banner ucapan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW terpasang di gerbang depan gedung DPR RI, Jumat (5/9). Hal ini membuat massa aksi geram.
Salah seorang orator yang merupakan mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai, banner tersebut tidak layak melindungi pagar gedung DPR RI.
Ia kemudian menanyakan kepada massa aksi apakah ada yang berani untuk menurunkan banner tersebut.
Tak berselang lama, seorang emak-emak berkerudung Pink lari kearah banner dan memanjat pagar beton. Ia dibantu massa aksi lainnya mencopot banner tersebut. Aksinya tersebut mendapat sorakan semangat dari massa.
"Akhirnya banner ini lepas dari gerbang penghianat rakyat," ujar mahasiswa itu.
Ia mengatakan, anggota DPR RI bukanlah orang suci yang layak mendapat dukungan.
"Mereka bukanlah anak-anak Muhammad, mereka adalah Abu Jahal, Abu Lahab yang dibenci oleh tuhan," ucapnya.
Diketahui, ratusan masyarakat dan mahasiswa kembali menggelar aksi damai bertajuk Piknik Nasional Rakyat: Menagih 17+8 Tuntutan Rakyat di depan Gedung DPR/MPR RI, Jumat (5/9). Dengan berbekal sebuah toa, secara bergantian mahasiswa ataupun masyarakat lainnya menyampaikan berbagai aspirasi mereka.
Mereka menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas kegagalan sistemik dalam tata kelola pemerintahan, pelanggaran hak asasi manusia, dan ketidakadilan ekonomi, seiring berakhirnya tenggat waktu untuk 17 tuntutan jangka pendek dari 17+8 Tuntutan Rakyat.
"10 kawan kita kehilangan nyawa, Rheza Sendy mahasiswa Amikom, mereka pukul masyarakat. Hidup reformasi polri," ujar salah seorang mahasiswa.
Suasana aksi penuh warna. Peserta mengenakan pakaian pink dan hijau sebagai simbol penghormatan pada perempuan, buruh, dan pahlawan rakyat seperti Affan Kurniawan.
Tak hanya itu terlihat juga bendera Jolly Roger ala One Piece juga dikibarkan, melambangkan semangat solidaritas. Bahkan seorang cosplayer dengan karakter Monkey D. Luffy pada anime One Piece juga hadir.
Dalam aksi ini, rakyat merumuskan lima tuntutan kritis yang dianggap penting untuk mengatasi krisis kemanusiaan pascagelombang demonstrasi sejak 25 Agustus 2025. Tuntutan-tuntutan ini selaras dengan 17+8 Tuntutan Rakyat yang lebih luas, menyatukan jutaan rakyat dalam seruan untuk keadilan dan reformasi.
Beberapa poin tuntutan di antaranya:

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
