
Daycare Little Aresha, Kota Jogjakarta, tempat penitipan anak yang digerebek polisi pada Jumat (24/4). (Hery Sidik/Antara)
JawaPos.com - Kasus dugaan kekerasan di tempat penitipan anak Daycare Little Aresha, Jogjakarta, belakangan ini menyita perhatian publik. Bahkan, DPR RI berencana memanggil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti untuk membahas persoalan tersebut.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan perizinan daycare. Ia menekankan pentingnya memastikan standar operasional yang jelas serta kompetensi para pengasuh di fasilitas penitipan anak.
“Kami mendesak pemerintah daerah dan kementerian terkait untuk segera mengevaluasi sistem pengawasan dan perizinan daycare, termasuk standar operasional dan kompetensi pengasuh,” kata Ina Ammania kepada wartawan, Selasa (28/4).
Menurutnya, negara harus hadir menjamin setiap lembaga daycare memenuhi standar perlindungan anak yang ketat. Ia menegaskan, keselamatan dan masa depan anak merupakan prioritas yang tidak bisa dikompromikan.
Ina juga mengecam keras dugaan kekerasan yang terjadi di Daycare Little Aresha. Ia menilai insiden tersebut sangat memprihatinkan, mengingat daycare seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak.
Karena itu, DPR mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara tuntas, transparan, dan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti bersalah.
“Kami meminta aparat penegak hukum mengusut kasus ini secara transparan dan menjatuhkan hukuman berat kepada pelaku. Perlindungan terhadap anak adalah amanat konstitusi dan tidak boleh ditawar,” tegasnya.
Selain penegakan hukum, Ina juga menyoroti pentingnya pendampingan psikologis bagi anak-anak korban dan orang tua. Ia turut mendorong penguatan mekanisme pengaduan agar kasus serupa tidak kembali terulang.
Sebelumnya, kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha terungkap setelah aparat kepolisian melakukan penggerebekan pada Jumat (24/4), menyusul laporan masyarakat. Sejumlah orang tua melaporkan anak mereka mengalami lebam setelah dititipkan di fasilitas tersebut.
Berdasarkan data sementara dari aparat penegak hukum, terdapat 103 anak terdaftar di daycare itu. Dari jumlah tersebut, sekitar 53 anak diduga mengalami kekerasan fisik maupun perlakuan tidak manusiawi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
