
Presiden ketujuh Joko Widodo. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Center for Indonesia Strategic Actions (CISA) menggelar jejak pendapat publik mengenai kasus ijazah palsu yang dituduhkan kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Hasilnya, mayoritas publik meyakini bahwa isu ijazah adalah permainan politik.
Direktur Eksekutif CISA, Herry Mendrova mengatakan, isu ijazah palsu ini dipercaya mayoritas publik sengaja disebarkan oleh rival politik Jokowi. Publik menilai pelaku sengaja melakukan cara ini untuk merusak citra Jokowi.
"Dalam survei ini, sebanyak 89.87 persen responden menilai bahwa isu ini sangat mungkin sengaja disebarkan untuk kepentingan politik terentu yang bisa jadi lawan politik Jokowi," ujar Herry, Kamis (22/5).
Survei ini juga memberikan pertanyaan kepada responden terkait respon kepercayaan atas klarifikais yang disampaikan oleh Jokowi maupun Universitas Gadjah Mada (UGM) tentang keabsahan ijazah. Hasilnya, mayoritas responden percaya terhadap klarifikasi tersebut.
"Sebanyak 51.35 persen responden sangat percaya, dan 25.35 persen responden cukup percaya terhadap klarifikasi yang diberikan oleh Jokowi. Bagaimana persepsi responden terhadap klarifikasi dari UGM? Trennya semirip dan positif. Sebanyak, 47.35 persen responden sangat percaya, 25.76 persen cukup percaya," imbuhnya.
Pertanyaan berikutnya yakni mengenai opini atas langkah hukum yang ditempuh Jokowi terhadap penyebar isu miring ini. Hasillnya, 29.60 persen responden menilai cukup tepat, 21.10 persen tepat, dan 6.7 persen responden sangat tepat. Sedangkan, 18.5 persen responden menilainya kurang tepat, dan 15.5 persen menilainya tidak tepat.
"Saya pribadi menilai langkah hukum itu sah-sah saja dilakukan oleh setiap warga negara dan semua warga negara berkedudukan sama di depan hukum," pungkasnya.
Sebagai informasi, survei nasional ini diselenggarakan pada 9-15 Mei 2025. Publik yang dimaksud dalam survei ini adalah masyarakat di atas 17 tahun atau yang sudah memiliki hak pilih terutama para ahli hukum, akademisi, praktisi/ pengamat pendidikan, peneliti, aktivis LSM/ NGO, mahasiswa, dan politisi yang secara sadar dan aktif mengikuti isu-isu politik juga hukum.
Metode survei yang digunakan wawancara tatap muka menggunakan whatsapp, zoom, dan google meet. Pengambilan sampel Purposive ini adalah metode sampling di mana responden yang terpilih dan diambil sebagai sampel berdasarkan beberapa pertimbangan tertentu, memiliki kriteria khusus dan sesuai dengan tujuan penelitian. Berdasarkan teknik sampling tersebut, jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 950 responden. Margin of error dari ukuran sampel tersebut sebesar 2,95 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022