Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Februari 2025 | 15.12 WIB

Indonesia Kekurangan SDM Bidang Digital Hingga 3 Juta Talenta

Ilustrasi: Digitalisasi bantu mudahkan berbagai sektor. (Interplex).

JawaPos.com - Di tengah pesatnya perkembangan dunia digital, Indonesia masih memiliki ketimpangan besar terkait pemenuhan sumber daya manusia (SDM) di bidang digital. Bahkan, di 2030, Indonesia diperkirakan mengalami kekurangan 3 juta talenta digital dari kebutuhan yang ada.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Bonifasius Wahyu Pudjianto mengungkapkan, ketersediaan talenta digital di Indonesia pada 2024 sekitar 6.507.904 orang. Jumlah tersebut masih jauh di bawah kebutuhan di lapangan, yakni 10.731.209 orang.

Gap tersebut diprediksi masih akan berlanjut pada 2030. Di mana, kebutuhan talenta digital akan semakin tinggi namun ketersediaan talentanya masih terbatas. “Diproyeksikan pada tahun 2030 ada kebutuhan 12.092.110 talenta digital. Sementara ketersediaannya berada di kisaran 9.343.849,” ujarnya dalam peluncuran Laskar AI, dikutip Sabtu (15/2). Artinya, masih ada jurang ketimpangan hingga 3 juta talenta nantinya.

Padahal, saat ini saja, teknologi digital telah semakin berkembang dengan adanya kecerdasan buatan (AI). Bahkan penerapannya sudak kian  meluas di sektor-sektor industri tanah air. Misalnya, sektor kesehatan, sektor perdagangan seperti e-commerce, hingga sektor keuangan. “AI juga sudah mulai diterapkan dalam bidang pendidikan, ketahanan pangan, mobilitas, dan kota cerdas. Ini menunjukkan potensi AI yang kian besar dalam menjawab tantangan nasional,” ungkapnya.

“Kenapa harus masuk ke AI (Artificial Intelligence)? Indonesia memiliki target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Untuk mengejar target tersebut itu butuh teknologi, AI salah satunya,” sambunynya.

Oleh sebab itu, dia menilai perlu ada intervensi agar jurang ketimpangan ini tak semakin dalam. Pihaknya terus bekerja sama dengan swasta untuk mencetak talenta-talenta digital ini. Termasuk, salah satunya mendukung diluncurkannya beasiswa Laskar AI oleh Lintasarta, Dicoding, dan NVIDIA.

Founder & CEO Dicoding Indonesia Narendra Wicaksono mengamini. Jumlah talenta digital di Indonesia diakuinya masih minim. Padahal, bidang ini sangat dibutuhkan saat ini.

Karenanya, menurut dia, Laskar AI ini jadi peluang besar untuk mencetak talenta-talenta digital berbakat melalui pelatihan khusus di bidang kecerdasan buatan ini. Apalagi, program ini diinisiasi oleh Lintasarta sebagai penyedia layanan digital dan teknologi terdepan di Indonesia, dengan infrastruktur termutakhir, khususnya GPU Merdeka. Dipastikan, kurikulum program ini relevan dan selaras dengan perkembangan industri. “Laskar AI menggabungkan pelatihan intensif dalam machine learning dan data science sebagai dasar pengembangan AI,” ujarnya. 

Sementara itu, President Director & CEO Lintasarta Bayu Hanantasena menegaskan, bahwa Laskar AI ini lebih dari sekadar program pelatihan. Tapi, sebuah gerakan strategis untuk mencetak talenta AI berkualitas yang akan menjadi motor penggerak transformasi digital Indonesia.

Nantinya, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan teknis secara mandiri tetapi juga dibekali materi soft skills untuk mendukung kesiapan berkarya di dunia kerja. Bayu menegaskan, bahwa urusan softskill ini tak kalah penting dibanding kompetensi. “Kita cari karakter. Basic pasti. Tapi yang paling penting komitmen to learn. Continue to learning,” tuturnya.

Beasiswa ini menyasar mahasiswa, dosen dan profesional yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia untuk memperdalam skill dalam AI. Tahun ini, dari 13.588 pendaftar, hanya diterima 10 persennya saja. yakni, 547 peserta dari kalangan mahasiswa dan 110 peserta dari kalangan dosen dan professional. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), IPB University, Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), Telkom University, dan lainnya.

Menariknya, khusus bagi peserta mahasiswa, program beasiswa Laskar AI ini dapat dikonversi menjadi 20 SKS sesuai dengan kebijakan kampus. Tak hanya itu, Bayu bahkan menjanjikan akan merekrut lulusan terbaik dari program Laskar AI ini untuk bekerja di Lintasarta. 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore