Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Juli 2024 | 16.19 WIB

Ditjen Bimas Buddha dan DNFABB Kampanyakekan Pentingnya Pemetaan Potensi Konflik Keagamaan di Indonesia

Pekerja melakukan bersih-bersih di patung Buddha tidur di Vihara Buddha Dharma dan 8 Pho Sat, Desa Tonjong, Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/5/2024). Bersih-bersih dalam persiapan kegitan Puja Bakti Waisak yang akan diselenggarakan pada

JawaPos.com - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Buddha Kementerian Agama menyuarakan kedamaian melalui Pembahasan Strategi Pemetaan Potensi Konflik Keagamaan. Hal itu dibahas bersama Majelis Keagamaan Buddha Indonesia beberapa waktu lalu.  

Direktur Jenderal Bimas Buddha Supriyadi menegaskan bahwa pemetaan potensi konflik penting untuk mengidentifikasi kemungkinan terjadinya konflik intern umat Buddha ataupun antara umat Buddha dengan umat pemeluk agama lainnya. 
 
Dengan mengidengifikasi potensi konflik yang mungkin ada di masyarakat, ia mengatakan bahwa semua pihak bisa melakukan upaya strategis yang terukur, agar dapat mencapai sasaran yang lebih luas saling bekerja sama semua pihak dalam melindungi serta melayani umat.  
 
 
“Kalau bergerak sendiri-sendiri tentu tidak akan dapat menjangkau secara luas, sementara ini kan tentu harus dapat membangun rasa empati maupun simpati ataupun satu kesatuan di antara kita. Kita semua punya tanggung jawab yang besar dalam melindungi dan melayani umat,” ujarnya, Minggu (21/7).
 
Supriyadi mengatakan, Bimas Buddha bekerja sama dengan Dharmapala Nusantara dan Forum Aktivis Buddhis Bersatu (DNFABB) akan berupaya dalam penanggulangan dan mitigasi pemetaan potensi konflik dengan menggunakan aplikasi inovatif bernama Jaman Dharma (Jaring Pengaman Masyarakat Buddha).
 
“DNFABB ini kiranya dapat menjadi tempat atau menjadi wadah yang strategis bagi kita untuk tetap bisa memberikan layanan literasi maupun layanan perlindungan kepada umat manakala terjadi persoalan di masyarakat yang outputnya nanti dapat berupa pelatihan relawan dan paralegal melalui kerjasama antara Ditjen Bimas Buddja dengan DNFABB," terangnya. 
 
 
Sementara itu, Ketua Umum Dharmapala Nusantara dan Forum Aktivis Buddhis Bersatu (DNFABB) Kevin Wu mengajak orang untuk ikut berpartisipasi di aplikasi Jaman Dharma.
 
Kevin menambahkan, sistem peringatan dini dalam aplikasi Jaman Dharma ini sejalan dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 332 tahun 2023 tentang Sistem Peringatan Dini Konflik Sosial Berdemensi Keagamaan dan kita dari Dharmapala Nusantara.
 
 
Untuk memaksimalkan penggunaannya, ia mengatakan akan bekerja sama dengan Ditjen Bimas Buddha untuk melakukan pelatihan kepemimpinan paralegal.
 
“Latihan ini untuk memberikan pemahaman dan pendidikan terkait mitigasi potensi konflik yang ada dilapangan,” sebutnya.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore