JawaPos.com—Menstruasi atau haid terjadi akibat sel telur yang tidak dibuahi. Selama masa menstruasi, umumnya perempuan akan mengalami nyeri haid atau dismenore.
Dikutip dari website Mitra Keluarga, berkurangnya kerja hormon estrogen dan progesteron lah yang mengakibatkan rasa nyeri tiba-tiba seperti kontraksi pada punggung dan perut bagian bawah. Selain rasa nyeri, beberapa perempuan juga merasakan pusing, mual, hingga muntah.
Rasa sakit selama haid tersebut dikenal sebagai PMS atau Pre-Menstrual Syndrome. Umumnya PMS terjadi mendekati waktu menstruasi, yaitu sekitar 1 hingga 2 minggu sebelum menstruasi.
Dampak dari PMS bukan hanya ditandai dengan mengalami gejala fisik, namun juga secara emosional.
Salah satunya adalah perempuan cenderung lebih sensitif, mudah mengalami perubahan suasana hati, hingga emosi yang bergejolak saat menstruasi.
Ya, selain hormon yang tidak seimbang dan gangguan jelang menstruasi, mengapa prempuan lebih sensitif saat menstruasi?
Melansir dari
biogesic.co.id, terdapat beberapa pemicu sensi seorang perempuan dalam masa menstruasinya. Berikut faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perempuan menjadi lebih sensitif saat menstruasi:
1. Terjadi Perubahan Hormon
Terjadinya perubahan hormon pada perempuan pada masa menstruasi menjadi salah satu alasan yang menyebabkannya cenderung lebih sensitif. Hormon estrogen yang fluktuatif di dalam tubuh perempuan, berperan penting terhadap kondisi tersebut.
Saat fase ovulasi, hormon tersebut mencapai kadar yang paling tinggi. Namun jika pada fase itu tidak terjadi pembuahan, akan ada fase dimana kadar estrogen tersebut menurun drastis sebelum pada akhirnya meningkat lagi.
Hormon estrogen tidak memiliki pengaruh yang sama bagi setiap perempuan. Namun biasanya hormon inilah yang mempengaruhi perubahan sikap yang lebih sensitif dan suasana hati mudah berubah.
2. Nyeri Haid yang Berlebihan
Faktor yang satu ini tentu membuat perempuan merasa sangat terganggu saat menstruasi. Bukan hanya mengalami gejala nyeri pada bagian perut dan pinggang, namun nyeri haid yang berlebihan juga bisa membuat para perempuan menjadi mudah marah.
Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk meringankan keluhan nyeri tersebut, dilansir dari website alodokter. Cara-cara tersebut antara lain:
• Mengompres bagian perut yang mengalami kram dan terasa nyeri
• Minum air putih untuk mencukupi kebutuhan cairan
• Mengonsumsi minuman hangat seperti wedang jahe atau teh herbal
• Memperbanyak aktivitas fisik atau olahraga ringan
• Mengurangi stress dan melakukan teknik relaksasi seperti yoga dan meditasi
• Menerapkan posisi tidur yang tepat untuk meredakan nyeri haid
3. Pola Makan yang Tidak Sehat
Bukan hanya saat mentruasi saja, mengkonsumsi banyak makanan tidak sehat secara general bisa menyebabkan tubuh kekurangan asupan gizi yang dibutuhkan.
Terlebih lagi pada saat masa menstruasi, pola makan yang tidak sehat tersebut tentu dapat mempengaruhi suasana hati menjadi lebih emosional.
Saat menstruasi sebaiknya menghindari makanan tinggi lemak dan minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan alkohol.
Makanan tinggi lemak bisa membuat perut kembung (bloating) dan mempengaruhi kerja hormon sehingga menyebabkan kram pada perut.
Sedangkan kafein pada kopi dan alkohol bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah saat menstruasi, sehingga otot perut ikut menegang dan meninggalkan rasa sakit.
4. Tubuh Kurang Istirahat
Pemicu sensi saat menstruasi juga bisa disebabkan karena tubuh kurang istirahat. Penurunan kerja hormon progesteron pada masa menstruasi menimbulkan rasa lemas dan tidak nyaman, sehingga juga berpengaruh pada kualitas tidur.
Seperti pada pembahasan sebelumnya, memperhatikan posisi tidur juga bisa membantu meredakan nyeri kram perut. Cobalah posisi fetal, yaitu tidur menyamping dengan kaki menekuk, yang mana bisa melancarkan aliran darah dan mengurangi rasa sakit.
5. Faktor eksternal
Faktor eksternal ternyata juga menjadi pemicu sensi saat menstruasi. Sebagai contoh, cuaca dapat memicu mood swing. Misalnya saat cuaca mendung, bisa membuat seseorang lebih sensitif, merasa sedih atau kesepian.
Bagaimana Cara Menjaga Mood saat Menstruasi?
Setelah mengetahui pemicu-pemicu dari perasaan sensitif saat menstruasi, mencoba mengendalikan mood menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Memang tidak mudah, namun tetap perlu diupayakan agar suasana hati menjadi lebih terjaga saat menstruasi.
Dilansir dari
halodoc.com, terdapat beberapa cara untuk menjaga mood saat masa menstruasi, sebagai berikut:
• Rutin berolahraga, terutama saat sedang berada pada fase pramenstruasi.
• Hindari makanan maupun minuman yang mengandung kafein, rokok dan alkohol.
• Perbanyak asupan cairan tubuh dan konsumsi susu rendah lemak guna mencukupi kebutuhan vitamin D dan kalsium.
• Berusaha menghindari segala hal yang bisa memicu suasana hati menjadi buruk, terutama stress dan kecemasan yang berlebihan, sebelum maupun ketika menstruasi.
• Isi waktu luang dengan melakukan aktivitas yang membuat suasana hati tetap stabil.
Itulah beberapa faktor alasan perempuan menjadi lebih sensitif saat menstruasi, dan tips untuk mengatasinya. Hindari pemicu-pemicu yang bisa mempengaruhi mood untuk mencegah suasana hati menjadi lebih buruk.
Untuk faktor yang berhubungan dengan keadaan tubuh seperti nyeri perut, perlu diwaspadai jika terasa sangat parah dan muncul beserta keluhan lain. Segera periksa ke dokter untuk mengetahui kemungkinan gangguan kesehatan yang lain.
***