
Indonesia dipilih sebagai tuan rumah World Water Forum (WWF) ke-10 yang akan diselenggarakan di Bali pada tanggal 18-25 Mei 2024./eventguide.id
JawaPos.com – Indonesia telah dipilih sebagai tuan rumah World Water Forum (WWF) ke-10 yang akan diselenggarakan di Bali pada tanggal 18-25 Mei 2024 dengan tema Water for Shared Prosperity.
Ini bukan hanya sebuah pencapaian di bidang diplomasi, tetapi juga merupakan tanggung jawab besar.
Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki kepentingan langsung dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan efektif.
Dalam kondisi pasca pandemi COVID-19 dan menghadapi tantangan peningkatan potensi bencana hidrometeorologi, forum ini memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinan global dalam merumuskan solusi-solusi inovatif.
Dikutip dari BMKG.go.id penyelenggaraan WWF ke-10 ini melalui tiga tahap proses, yaitu Thematic Process, Regional Process, dan Political Process.
Setiap tahap memfasilitasi diskusi mendalam mengenai sub-tema penting, seperti upaya reduksi bencana terkait air, kerja sama, hidro-diplomasi, serta inovasi dalam pembiayaan, pengetahuan, dan teknologi.
Keberhasilan forum ini sangat bergantung pada kesiapan Indonesia dalam menyelenggarakan acara berskala besar dan kompleks yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari seluruh dunia.
National Organizing Committee (NOC) WWF ke-10 yang dipercayakan kepada Pemerintah Indonesia mengundang 44 kepala negara/pemerintahan, 4 kepala lembaga internasional, dan 198 menteri atau setingkat menteri yang bertanggung jawab atas air dari seluruh dunia.
Indonesia telah menunjukkan komitmennya terhadap isu air global. Ini merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk mengevaluasi dan menunjukkan kesiapannya dalam menghadapi tantangan bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi, seperti banjir, longsor, dan kekeringan.
Dengan populasi dunia yang telah melebihi 8 miliar jiwa, krisis air menjadi isu yang tidak dapat dipisahkan dari ketahanan pangan, energi, dan kesehatan.
Indonesia, yang terus menghadapi krisis pangan sebagian karena rendahnya tingkat ketahanan air, harus memanfaatkan forum ini untuk memahami dan mengeksplorasi berbagai solusi yang dapat diterapkan baik di tingkat nasional maupun global.
Namun, persiapan Indonesia untuk menyelenggarakan WWF ke-10 harus memperhatikan beberapa hal.
Pertama, infrastruktur pendukung, mulai dari venue hingga akomodasi, harus memenuhi standar internasional dan ramah lingkungan.
Kedua, kerangka kerja sama antar lembaga pemerintah, swasta, dan organisasi masyarakat sipil harus ditingkatkan, sambil melibatkan anak-anak muda, terutama pelajar dan mahasiswa, untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan acara.
Ketiga, pendekatan multisektor dan inklusif harus diperkuat untuk menghasilkan kebijakan dan rencana aksi yang komprehensif dan berkelanjutan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
