Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 Maret 2026, 03.18 WIB

Padamkan Listrik Satu Jam di Wilayah Kerja Kilang Bisa Hemat 9 Megawatt

PT Pertamina Patra Niaga kembali berpartisipasi dalam peringatan Earth Hour 2026. (Dok. Pertamina) - Image

PT Pertamina Patra Niaga kembali berpartisipasi dalam peringatan Earth Hour 2026. (Dok. Pertamina)

JawaPos.com - PT Pertamina Patra Niaga berpartisipasi dalam peringatan Earth Hour 2026 dengan melaksanakan pemadaman lampu secara serentak di area perumahan dan perkantoran kilang selama satu jam. Tepatnya pada pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat, pada Sabtu (28/3) malam.

Pemadaman lampu secara serentak itu dilaksanakan di seluruh wilayah operasi kilang, meliputi Kilang Dumai, Plaju, Cilacap, Balikpapan, Balongan, hingga Kasim.

Untuk diketahui, Earth Hour merupakan gerakan global yang digagas World Wide Fund for Nature (WWF) untuk meningkatkan kesadaran terhadap isu perubahan iklim dan pelestarian lingkungan.

"Pertamina Patra Niaga khususnya di lingkungan kilang telah melaksanakan kegiatan Earth Hour sejak beberapa tahun yang lalu. Tujuannya adalah untuk terus mengingatkan pentingnya perilaku hemat energi baik pekerja, mitra kerja dan keluarga," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun dalam keterangannya.

Menurut dia, partisipasi dalam Earth Hour menjadi bentuk kepedulian perusahaan bersama masyarakat dunia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Aksi mematikan lampu dan perangkat listrik yang tidak diperlukan selama satu jam menjadi simbol komitmen untuk mengurangi konsumsi energi dan menjaga kelestarian bumi.

"Earth Hour yang diperingati setiap tahun menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup berkelanjutan," kata Roberth.

Dia menegaskan bahwa makna Earth Hour tidak berhenti pada aksi simbolik semata, melainkan sebagai pengingat bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan.

"Penghematan energi, pengurangan emisi karbon, dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi tujuan utama dari gerakan ini," jelas Roberth.

Roberth berharap langkah yang dilakukan Pertamina Patra Niaga dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menerapkan kebiasaan hemat energi dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya saat peringatan Earth Hour.

"Langkah sederhana seperti mematikan lampu saat tidak digunakan, menggunakan peralatan hemat energi, serta bijak menggunakan energi dapat membantu menjaga kelestarian bumi," ujar Roberth.

Dengan aksi pemadaman listrik selama satu jam di seluruh kilang itu, maka dapat menghemat konsumsi listrik sekitar 9 MW, menekan emisi karbon hingga kurang lebih 6 ton CO2 ekuivalen, serta mengurangi penggunaan energi setara lebih dari 2.000 liter bahan bakar minyak.

"Peringatan Earth Hour ini hanyalah simbolisasi. Namun yang terpenting, perilaku hemat energi harus menjadi budaya kita sehari-hari, dan harus dimulai sedini mungkin. Ayo kita jaga lingkungan kita. Lingkungan nyaman, kita pun ikut nyaman," kata Roberth.

Selain itu, ia menambahkan bahwa partisipasi dalam Earth Hour juga menjadi bagian dari kampanye perusahaan untuk mendorong penggunaan energi secara bijak dan tidak berlebihan.

"Kami juga mengapresiasi masyarakat yang sudah melakukan upaya hemat energi dan menggunakan energi secara wajar serta tidak panic buying," pungkas Roberth.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore