Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Desember 2023 | 00.41 WIB

Maraknya Imigran Rohingya, TNI AU Lanud Iskandar Muda Gelar Patroli Udara di Perairan Aceh

Sebanyak 180 pengungsi Rohingya di Kabupaten Pidie, Aceh terpaksa dipindahkan karena melakukan kegiatan MCK di tambak warga. - Image

Sebanyak 180 pengungsi Rohingya di Kabupaten Pidie, Aceh terpaksa dipindahkan karena melakukan kegiatan MCK di tambak warga.

JawaPos.com - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) Lanud Iskandar Muda menggelar patroli udara di sekitar perairan Aceh seiring dengan maraknya imigran Rohingya yang masuk ke wilayah tersebut.

Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Yoyon Kuscahyono mengatakan patroli udara untuk operasi pengamatan ini dilakukan menggunakan pesawat CN 295 TNI AU.

Adapun pesawat tersebut disiapkan dari Skadron 2 Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Kegiatan patroli udara yang dilakukan oleh TNI AU ini merupakan aktivitas pengamatan yang diberi nama Operasi Mata Elang 23 dengan perairan Aceh sebagai fokus pengamatan.
 
 
"Hasil pengamatan Operasi Mata Elang 23 ini kami laporkan ke komando atas dan dikoordinasikan dengan TNI AL, kepolisian maupun pemerintah daerah," kata Kolonel Pnb Yoyon Kuscahyono, seperti dikutip JawaPos.com dari Antara pada Rabu (20/12).
 
Perwira menengah TNI dari matra angkatan udara itu mengatakan bahwa operasi tersebut merupakan bentuk dukungan operasi TNI Angkatan Laut dalam memantau pelanggaran kedaulatan negara di perairan seperti maraknya imigran Rohingya yang masuk ke Aceh.
 
"Operasi ini juga melibatkan pesawat TNI AL Casa NC-212 dan helikopter dengan misi dukungan Operasi Tombak Segara-23. Operasi terpada ini untuk mengamankan perairan wilayah timur Aceh," ungkapnya.
 
Maraknya imigran Rohingya yang masuk secara ilegal ke perairan Aceh membuat pihaknya mengawasi ketat dengan melakukan patroli udara. 
 
Pasalnya, secara geografis Provinsi Aceh berbatasan dengan Selat Malaka di sebelah timur dan Samudera Hindia yang kerap menjadi jalur datangnya imigran ilegal Rohingya.
 
"Di wilayah perairan tersebut juga berbatasan dengan Malaysia, Thailand, Singapura. Negara-negara tersebut memperketat masuk imigran Rohingya tersebut, jelasnya.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore