
KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono befoto dengan latar pesawat tempur Rafale di Prancis pada Selasa (15/7). (TNI AU)
JawaPos.com - TNI AU memasuki usia ke-80 pada Kamis (9/4). Tahun ini, peringatan momen bersejarah itu dipusatkan di Mabes TNI AU (Mabesau), Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim). Dalam kesempatan itu, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menyinggung sejumlah operasi dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) Angkatan Udara.
Tonny memuji seluruh jajaran TNI AU yang sudah bekerja dengan baik, menunjukkan profesionalisme, dan kesiapan dalam setiap panggilan tugas. Setahun belakangan, para prajurit matra udara menjalankan berbagai misi penting. Termasuk diantaranya dalam pelaksanaan airdrop bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza di Palestina.
”Dalam misi kemanusiaan internasional, TNI Angkatan Udara berhasil melaksanakan airdrop sejumlah 17,8 ton bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui kerja sama multinasional,” kata Tonny.
Di Indonesia, TNI AU terlibat secara aktif dalam penanggulangan bencana alam di Sumatera yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Secara keseluruhan tidak kurang dari 21 alutsista TNI AU terlibat dalam operasi tersebut. Termasuk diantaranya 2.500 prajurit yang ikut mendistribusikan lebih dari 4 ribu ton bantuan.
Tidak berhenti sampai di situ, belakangan ini TNI AU mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan kemampuan dan memperkuat diri. Tonny menyebut, saat ini instansinya sedang berada dalam fase akselerasi pembangunan yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan keterpaduan dalam setiap langkah.
”Kehadiran alutsista generasi baru, penguatan organisasi, serta pengembangan doktrin menuntut peningkatan profesionalisme yang semakin tinggi. Namun, kekuatan utama tetap terletak pada kualitas manusia yang mengawakinya,” ucap Tonny.
Karena itu, bukan hanya penguasaan teknologi yang terus digenjot oleh TNI AU, kesiapan yang mencakup peningkatan kompetensi personel dan dukungan infrastruktur juga menjadi perhatian. Tujuannya agar seluruh sistem di tubuh Angkatan Udara bisa beroperasi secara optimal dalam melaksanakan tugas-tugas negara.
”Akselerasi ini bukan sekadar peningkatan kapasitas, melainkan upaya memastikan seluruh kekuatan udara bekerja secara utuh, terpadu, dan memberikan dampak nyata bagi kepentingan nasional,” ujarnya.
Sebagaimana telah disampaikan kepada publik, belakangan ini TNI AU terus mendapat tambahan armada pesawat baru. Baik pesawat tempur maupun pesawat angkut. Diantaranya pengadaan pesawat tempur Dassault Rafale dan pesawat angkut berat Airbus A400M dari Perancis. Kemudian proses penambahan radar untuk penguatan satuan radar (satrad) di seluruh Indonesia.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
