Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Oktober 2023 | 02.45 WIB

Cegah Gejolak, Prabowo Diminta Segera Putuskan Pasangan Cawapres

Prabowo Subianto - Image

Prabowo Subianto

 
JawaPos.com - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan bakal capres Prabowo Subianto sudah waktunya menentukan pendampingnya untuk Pilpres 2024. Terlebih saat ini kandidatnya sudah mengerucut.
 
"Mengingat nama-namanya pun sudah semakin mengerucut pada Airlangga Hartarto dan Erick Thohir. Juga ada Khofifah yang belakangan ikut menyeruak muncul di antara dua nama yang selama ini sering dikaitkan dengan Prabowo," kata Adi kepada wartawan, Senin (9/10).
 
Adi mengkhawatirkan jika Prabowo terus berlarut-larut tak memberi kepastian terkait sosok cawapres maka akan merugikan diri sendiri. Karena bisa meningkatkan gejolak di internal Koalisi Indonesia Maju. 
 
 
Dengan mengambil keputusan lebih cepat akan memudahkan Prabowo dan cawapres yang dipilihnya bisa segera melakukan pendekatan kepada para mitra Koalisi Indonesia Maju. Selain itu bisa melakukan sosialisasi kepada para calon pemilih sebelum tenggat waktu pendaftaran capres-cawapres.
 
Menurut Adi, pertimbangan pertama sebaiknya harus diberikan oleh Prabowo kepada Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. Partai Golkar sebagai partai besar tentunya memiliki jaringan yang kuat dalam mendukung pemenangan Prabowo Subianto, ditambah dengan sosok Airlangga yang memiliki kapasitas kepemimpinan politik dan ekonomi.
 
"Menurut saya Pak Prabowo pertama-tama harus mempertimbangkan variabel politik dan kapasitas sosok Airlangga Hartarto. Bagi Airlangga dan Partai Golkar, bukan tidak mungkin mereka akan punya opsi politik lain jika pada akhirnya Prabowo tidak memilihnya," ucapnya.
 
Apalagi belakangan PDIP mulai menemui tokoh-tokoh senior Partai Golkar seperti Luhut dan Jusuf Kalla, kata Adi, itu bisa jadi sinyal Golkar akan sangat mungkin pindah haluan. Bahkan PAN sekalipun menurutnya juga sangat berpotensi pindah haluan, tidak ada yang bisa memastikan mereka akan tetap bersama Prabowo.
 
"Lagi-lagi ini tergantung tawaran yang diberikan PDIP. Tawaran tertingginya bisa saja membuka ruang Ketua Umum Golkar Airlangga menjadi cawapres dari Ganjar, apalagi jika kekuatan PDIP dan Golkar menyatu mengingat keduanya adalah partai terkuat," ujar Adi.
 
Dia melihat jika Golkar bergeser dari Partai Gerindra maka akan berpengaruh pada kekuatan koalisi pengusung Prabowo. Bagaimanapun Partai Golkar sebagai partai besar punya suara hampir 12 persen dalam Pileg 2019 lalu tentu tidak bisa dianggap remeh.
 
"Ditambah lagi mesin politik dan pengalaman tempur Partai Golkar yang cukup luar biasa. Ya saya pikir Prabowo bisa belajar dari pengalaman hengkangnya Cak Imin dan PKB," pungkas Adi.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore