Sejumlah suporter menyalakan flare saat perayaan HUT ke-96 Persebaya di Jalan Tambaksari, Surabaya, Minggu (18/6) dini hari.
JawaPos.com – Kata 'Flare' saat ini sedang menjadi sorotan lantaran mengakibatkan kebakaran di Bukit Teletubies yang berada di Gunung Bromo.
Kawasan bukit teletubbies yang terbakar diduga akibat flare yang digunakan oleh pengunjung untuk menambah kesan dramatis pada foto Pre Wedding.
Flare atau suar menjadi pemicu utama terjadi kebakaran di Bukit Teletubbies diduga berasal dari pengunjung yang hendak melakukan foto Pre Wedding. Lantas, apa itu Flare Foto?
Dilansir dari Radar Kudus (JawaPos Group), Flare mulanya digunakan kegiatan militer terutama pada saat perang, atau dipakai oleh nelayan sebagai tanda darurat dan membutuhkan pertolongan.
Namun seiring dengan berjalannya waktu, suar atau flare ini lebih sering digunakan penerangan dan dukungan dari suporter fanatik sepak bola di stadion. Selain itu, suar juga dipakai dalam berbagai perayaan seperti tahun baru dan festival.
Secara umum, suar dapat memberikan cahaya yang dihasilkan dari pembakaran logam magnesium. Walaupun terkadang dicampur dengan logam lain untuk menghasilkan warna-warna yang berbeda.
Sementara dalam dunia fotografi yang memerlukan pencahayaan, flare bisa digunakan sebagai alat untuk dapat memberikan kesan dramatis pada hasil pemotretan.
Flare juga salah satu bentuk prioteknik yang menghasilkan cahaya yang sangat terang atau panas tanpa terjadi ledakan.
Dalam kasus ini, kemungkinan percikan api dari flare yang dibakar selama prewedding telah membakar rumput atau tanaman kering akibat musim panas yang saat ini melanda Indonesia. Terlebih, suar tidak dapat dipadamkan hingga api benar-benar padam sehingga meningkatkan risiko kebakaran.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
