
Yurita Puji di London Fashion Week.
JawaPos.com - United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) mengapresiasi Indonesia, khususnya Papua atas laporan periodik kedua tentang Noken, yang telah tercatat dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO sejak 2012.
Noken sendiri merupakan kerajinan tangan berupa tas yang biasanya digunakan untuk membawa hasil pertanian dan dagangan ke pasar. Indonesia dinilai telah melestarikan Noken dengan mengembangkan database tentang Noken.
Mulai dari membudidayakan Arboretum (ruang terbuka hijau untuk penelitian dan pendidikan), mengembangkan keterampilan pengrajin dan pemangku kepentingan lainnya, mempromosikan Noken di tingkat nasional dan internasional serta meningkatkan nilai ekonominya.
“Apresiasi kami berikan atas berbagai upaya Indonesia untuk mengamankan lestarinya Noken,” ujar Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Ismunandar dalam sidang Komite Antar Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak Benda ke-16 secara daring, Selasa (14/12).
UNESCO juga mendorong Indonesia untuk melanjutkan upaya pemutakhiran bahan pelajaran Noken agar mudah diakses oleh siswa, membina kemampuan kewirausahaan terkait Noken dan memastikan ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan.
“Selain itu didorong pula untuk dilakukan penelitian tentang nilai-nilai Noken dan menyebarluaskan temuan-temuannya demi untuk meningkatkan pengetahuan tentang simbolisme dan penggunaan Noken secara adat serta tentang bahan-bahan alami yang digunakan,” imbuh Ismunandar.
Ia memandang perlu dilakukan inventarisasi elektronik bahan baku Noken untuk merumuskan dan menerapkan kebijakan terkait pelindungan terhadap bahan baku tersebut. Lebih lanjut, sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusi pengabdian praktisi Noken, UNESCO mendorong adanya pemberian Penghargaan Budaya.
Menyikapi apresiasi dan berbagai masukan dari UNESCO, Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Hilmar Farid menyampaikan rasa terima kasihnya.
Secara khusus, Hilmar menyebut bahwa dalam PON XX Oktober 2021 lalu, upaya promosi dan popularisasi Noken telah meningkatkan apresiasi luas dari seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini juga secara simultan telah meningkatkan kebanggaan masyarakat Papua.
“Dampak ekonomi juga dirasakan langsung oleh para pengrajin Noken, dengan meningkatnya apresiasi dan permintaan terhadap Noken Papua. Upaya pelestarian Noken akan terus dilakukan bersama dengan pemangku kepentingan terkait secara kreatif dan inovatif sesuai dengan semangat Konvensi 2003,” pungkas Hilmar.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
