
Suasana wilayah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur yang akan menjadi ibu kota baru. (Fuad Muhammad/Kaltim Post)
JawaPos.com - Pemindahan ibu kota negara (IKN) akan disertai dengan memboyong aparatur sipil negara (ASN). Nantinya terdapat 180 ribu PNS ikut dipindahkan ke Kalimantan Timur (Kaltim).
Langkah itu mendapat respons dari sejumlah PNS. Terutama dari PNS yang bertugas di Kemeristekdikti. Windie, misalnya. Dia sudah disumpah oleh negara harus siap ditempatkan di mana saja. Memindahkan IKN dari Jakarta ke Kaltim juga penting. Mengingat, beban Jakarta sudah sangat berat. Apalagi, banyak contoh negara-negara lain yang memetik hasil positif setelah memindahkan ibu kotanya.
Namun, pemerintah juga harus memikirkan fasilitas dan infrastruktur IKN baru. "Kalimantan tidak semaju Jawa. Harusnya infrastruktur dibagusin dulu baru pindah. Apakah pemerintah menjamin kami nyaman bekerja di sana?" kata perempuan kelahiran Amerika Serikat itu.
Setiap orang, lanjut Windie, memiliki tingkat stres yang berbeda. Apalagi dengan kondisi di Jakarta yang bisa dibilang mudah untuk mencari hiburan setelah seharian penat bekerja. "Udah kerja stres, nanti mau cari hiburan malah tambah stres," ujar perempuan 31 tahun itu.
Indah Permanasari, PNS Kemenristekdikti lainnya, tidak ingin dipindah ke Kaltim. "Jujur aja aku nggak rela sebagai warga Jakarta untuk pindah," terangnya.
Menurut dia, butuh waktu lebih dari lima tahun untuk membangun sebuah mini town. Belum lagi adaptasi dengan lingkungan yang benar-benar berbeda. "Karena masalah di Jakarta aja belum beres masih semrawut. Tapi kalau hanya pemerintahannya oke lah. Tapi, kalau dengan jumlah pegawai sebanyak itu kurang setuju," urai perempuan 26 tahun tersebut.
Di sisi lain, Nena Melia dan Dinny Afifi mengutarakan pandangan mereka sebagai perempuan yang sudah bersuami dan memiliki anak. Nena dan Dini sama-sama memiliki suami yang bekerja swasta. Kehidupan mereka sudah mapan di Jakarta. Anak-anak mereka masih dalam usia emas yang sedang butuh bimbingan seorang ibu.
Menurut Nena, memindahkan IKN di Indonesia tidak bisa disamakan dengan negara lain. Hanya karena sukses dan efektif terus harus dicontoh. "Memindahkan ibu kota tidak segampang melihat negara lain. Di Indonesia ini seperti memindahkan peradaban," jelas ibu beranak satu itu.
Mengingat, tingkat migrasi di Indonesia terbilang tinggi. Seperti dirinya, yang lahir di Padang, kemudian besar di Riau, kuliah di Bandung, dan kemudian bekerja di Jakarta. Tapi, berbeda kasusnya jika sudah berkeluarga. Ada suami dan anak yang harus diurus. Nena berprinsip bahwa, keluarga itu harus hidup bersama.
Menurut dia, pemerintah harus memikirkan itu. Tidak hanya sekadar lingkungan dan ancaman bencana rendah. "Jangan sampai pemindahan IKN berpengaruh terhadap keharmonisan keluarga PNS. Harus manusiawi. Kalau bisa nego, pasti saya nego," tegasnya.
Bagi Nena, membangun keluarga adalah bagian dari membangun negara. "Jika keluarga saya berantakan, lantas saya bisa menjamin apa kepada negara?" katanya. Dia bertekad harus membesarkan anak agar mandiri. Jika gagal, bukan tidak mungkin anaknya justru akan menjadi beban negara di kemudian hari.
Dini menambahkan, pemerintah juga harus memikirkan fasilitas kesehatan, pendidikan, dan sarana transportasi di Kaltim. Harus memadai. Sebab, dirinya memiliki pengalaman tinggal 1997 hingga 2002 di Kendari, Sulawesi Tenggara. "Kebetulan dinas orang tua saya pindah-pindah. Dan saya mengalami bahwa mencari rumah sakit yang kredibel menangani penyakit tertentu di luar Jawa sangat susah," terangnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022