
SEMANGAT: Kepala BPS Suhariyanto bersama jajarannya melakukan cap tangan sebagai tanda kesiapan menggelar sensus penduduk 2020 di kantor Badan Pusat Statistik kemarin (14/2). Foto Almushowir Jawa Pos
JawaPos.com – Upaya Pemprov Jateng dalam pengentasan kemiskinan membuahkan hasil positif. Badan Pusat Statistik mencatat, jumlah penduduk miskin di Jateng pada Maret 2022 turun 102,57 ribu orang dari 3,93 juta jiwa menjadi 3,83 juta jiwa.
Kepala BPS Jateng Adhi Wiriana mengatakan, berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada Maret 2022, angka kemiskinan di Jawa Tengah turun 0,32 persen poin. Yakni dari 11,25 persen pada September 2021 menjadi 10,93 persen. Metodologi pengukuran survei menggunakan konsep kebutuhan dasar atau basic needs approach, yang terdiri atas garis kemiskinan makanan (GKM) dan garis kemiskinan nonmakanan (GKNM).
"Alhamdulillah pada Maret 2022 terjadi penurunan kemiskinan dibanding September 2021. Di Jawa Tengah penduduk miskin sebanyak 10,93 persen dari total penduduk atau 3,83 juta orang. Terjadi penurunan 0,32 persen poin (dibanding September 2021), dan turun 0,86 persen poin dibanding Maret 2021 yang sebesar 11,79 persen," ujar Adhi, Jumat (15/7).
Tren turunnya jumlah orang miskin di Jawa Tengah ini dipandang sebagai suatu hal positif. Sekaligus menjadi bukti keberhasilan program-progam pengentasan kemiskinan yang memang menjadi salah satu prioritas dalam kepemimpinan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen.
Kepala BPS Jateng Adhi Wiriana
Melandainya pandemi Covid-19 yang diususul mulai bangkitnya perekonomian masyarakat, menurut Adhi, juga menjadi faktor yang memengaruhi tingkat kemiskinan di Jateng. Berdasarkan data, pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan I 2022 mencapai 5,16 persen (y-to-y). Kemudian faktor konsumsi rumah tangga pada PDRB tumbuh 4,30 persen (y-on-y) di triwulan 1 2022.
Masih berdasarkan data BPS, upaya Pemprov Jateng dalam menurunkan angka kemiskinan selalu menunjukkan progres positif. Tercatat, pada September 2017 angka kemiskinan sebanyak 12,23 persen (4,20 juta orang). Kemudian, pada September 2018 turun menjadi 11,19 persen (3,87 juta orang). Angka kemiskinan kembali turun pada September 2019 10,58 persen (3,68 juta orang).
Hingga wabah Covid-19 melanda Indonesia, termasuk Jateng yang menyebabkan angka kemiskinan naik pada 2020.Tercatat pada September 2020 jumlah orang miskin sebesar 4,12 juta orang atau 11,84 persen. Namun, pada September 2021 angkanya bisa turun menjadi 11,25 persen atau sejumlah 3,93 juta orang.
"Kondisi ini perlu kita syukuri (karena) program (penurunan) kemiskinan oleh pemerintah masyarakat, parpol, LSM dan keagamaan terjadi dampak positif dengan adanya terjadi penurunan kemiskinan," ungkapnya. (bay/ria)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Hapoel Beer Sheva vs Sabah FK di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Malaga: Los Rojiblancos Menang Tipis?
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Skor Celtic vs LASK Linz di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Potensi The Hoops Menang!
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
