Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Juni 2023 | 15.18 WIB

Kasus Bunuh Diri Bripka Arfan Saragih, Bareskrim Polri Serahkan Penanganan ke Polda Sumut

Ilustrasi jenazah. Antara

JawaPos.com - Keluarga mendorong agar kasus bunuh diri Bripka Arfan Saragih diambil alih oleh Bareskrim Polri. Dorongan muncul karena keluarga Arfan masih merasa janggal dengan kematiannya.
 
Permintaan ini disampaikan keluarga melalui pengacara Kamaruddin Simanjuntak.
 
Mengomentari itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menilai kasus tersebut belum perlu diambil alih oleh Bareskrim Polri. Sebab, Polda Sumatera Utara dianggap masih mampu menanganinya.
 
 
"Saat ini kasus itu masih ditanganai Polda Sumut. Jadi sesuatu yang diambil alih penuh pertimbangan ketika ada kasus di wilayah a dan b maka ditarik ke Polda. Atau kasus ditangani Polda ditarik ke Mabes," kata Ramadhan kepada wartawan, Sabtu (3/6).
 
"Nah sepanjang kasus itu masih bisa ditangani oleh jajaran, maka kasus itu tetap dijalani di jajaran," imbuhnya.
 
 
Atas dasar itu, Ramadhan memastikan Polda Sumatera Utara masih mendalami perkara ini. "Iya, kasus itu biar ditangani di sana. Kecuali nanti kasus itu dianggap perlu ditangani oleh Mabes maka kita tarik. Saat ini kasusnya biar berproses di sana dulu," pungkasnya.
 
 
Diketahui, Bripka Arfan Saragih ditemukan tewas di tebing curam Dusun Simullop, Desa Siogung Ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir oleh sesama rekan polisinya pada 6 Februari 2023. Sebelum tewas, Arfan diduga terlibat dalam penggelapan uang wajib pajak senilai Rp 2,5 miliar di Samsat Samosir UPT Pangururan. 
 
Menurut keterangan polisi, di dekat jenazah mayat Bripka Arfan, ditemukan botol minuman bersoda berwarna keruh yang diduga telah dicampur dengan racun sianida dan botol diduga berisi serbuk racun. 
 
 
Kemudian, pada jarak 80 sentimeter dari tubuh korban ditemukan tas berwarna hitam merk Asus yang di dalamya terdapat 19 BPKB dan 25 STNK. Sianida itu diduga dipesan oleh Arfan dari Bogor, Jawa Barat.
 
Kapolres Samosir AKBP Yogie Hardiman menyampaikan, berdasarkan autopsi dan pemeriksaan luar dalam kedokteran forensik bahwa kematian brifka Arfan Saragih karena bunuh diri, meminum cairan sianida.
 
 
"Hasil pemeriksaan dokter Forensik Bripka As meninggal akibat minum cairan sianida," ucap Yogie.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore