RAMBUT SEPANTAT: Yarren Kyoru Sanjaya menunjukkan piagam Muri yang diterimanya sebagai Anak Laku-Laki dengan Rambut Terpanjang.
Di usianya yang masih menginjak 8 tahun, rambut Yarren sudah sepanjang pantat. Karena rambutnya yang panjang itu, dia sering dipanggil cece, nonik, atau meme. Pada Maret lalu, Yarren menyabet piagam Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri) sebagai anak laki-laki dengan rambut terpanjang.
NURUL KOMARIYAH, Surabaya
PANJANG rambut Yarren mencapai 86 sentimeter. Bagi anak usia 8 tahun, rambut itu sudah terlalu panjang. Bisa-bisa, dia kena tegur guru saat berada di sekolah. Namun, rambut panjangnya justru membawa berkah. Pada Maret lalu, dia berhasil memecahkan rekor Muri sebagai anak laki-laki dengan rambut terpanjang.
Orang tuanya, Hendy Sanjaya dan Yuyun Indrawati, sudah terbiasa dengan pertanyaan: mengapa anak laki-laki punya rambut sepanjang itu? Adu argumen dengan anggota keluarga sendiri kerap terjadi. Keduanya dikira mencari pelampiasan karena kepingin anak perempuan. Namun, tuduhan tersebut terlalu jauh.
Sebab, sebetulnya semua itu berawal dari alasan yang sederhana. ”Saya itu suka melihat anak kecil yang rambutnya gondrong meski itu laki-laki. Kelihatan unik dan beda,” kata Yuyun.
Menurut Yuyun, sekarang banyak anak laki-laki yang rambutnya gondrong. ”Tapi, memang belum begitu banyak orang yang tahu sehingga dianggap tidak umum,” ujar Yuyun saat ditemui di Ciputra World Surabaya beberapa waktu lalu.
Rasa suka itu membuat Yuyun merawat rambut kedua anak laki-lakinya hingga tumbuh panjang dan sehat. Kakak laki-laki Yarren memiliki rambut sepunggung sampai usia 5,5 tahun. Namun, dia terpaksa memangkas rambutnya karena harus masuk SD dan pihak sekolah tidak mengizinkan rambutnya gondrong.
Yarren terbilang lebih ”beruntung.” Dia masuk SD pada Juli 2020 saat pandemi. Rambutnya yang saat itu sudah tumbuh hingga sepunggung atau sekitar 60 sentimeter tidak harus dicukur. Sebab, sekolahnya berlangsung daring hingga dua tahun. ”Yarren mulai sekolah tatap muka pada 2022. Sempat ditegur sekolah. Tapi, akhirnya diperbolehkan karena sedang pengajuan rekor Muri,” jelas Hendy, sang ayah.
Banyak orang yang mengira Yarren adalah anak perempuan. Bahkan, ada yang tidak percaya dia anak laki-laki. Apalagi, wajah dan suaranya cenderung kalem. Ditambah lagi perawakan badannya yang sekilas tampak seperti perempuan.
Menurut Yuyun, anak keduanya itu juga sering dipanggil cece, nonik, atau meme. Saat masuk toilet mal, Yarren sering diperhatikan orang. Sampai ada yang mengira Yarren salah masuk ke toilet laki-laki. Ada juga yang bilang, ”Cowok kok rambutnya panjang”.
”Sebaliknya, kami berpikir ada juga orang laki-laki dewasa yang rambutnya gondrong dan tidak apa-apa. Banyak juga perempuan yang rambutnya lebih pendek daripada laki-laki. Jadi, tidak ada masalah,” papar Hendy.
Hendy dan Yuyun sepakat rambut Yarren yang panjang merupakan modal dan keunikan tersendiri. Terlebih bagi Yarren yang memang menyukai dunia modeling. Itu akan menambah value yang berbeda. Selain itu, mereka ingin mendobrak stigma bahwa rambut panjang hanyalah milik anak perempuan. ”Kami sebagai orang tua open-minded. Tetap mendidik Yarren sebagai seorang laki-laki. Saat sekolah pun, rambutnya selalu dicepol rapi,” ujar Yuyun.
Untuk perawatan, seminggu sekali rambut Yarren diolesi lidah buaya. Yarren juga memakai sampo penumbuh rambut ditambah hair lotion. Tidak ketinggalan vitamin rambut agar mahkota kepala itu tidak kusut. (*/c14/aph)




