Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Juni 2023 | 22.33 WIB

Agar Kompatibel dengan Kebutuhan Gen Z, Pembelajaran Pancasila Perlu Modifikasi

KENAKAN PAKAIAN ADAT: Jokowi bersama Sri Mulyani berswafoto di sela upacara Hari Lahir Pancasila di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (1/6). - Image

KENAKAN PAKAIAN ADAT: Jokowi bersama Sri Mulyani berswafoto di sela upacara Hari Lahir Pancasila di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (1/6).

JawaPos.com - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ahmad Tholabi Kharlie mendorong Pancasila menjadi nilai yang operasional diterapkan di ruang publik. Nilai luhur Pancasila harus menjadi penggerak lahirnya iklim akademik yang berintegritas, khususnya di perguruan tinggi.

”Pancasila tidak sekadar menjadi teks beku yang melangit dan tak operasional,” katanya kemarin (1/6).

Tholabi yang juga wakil rektor bidang akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menuturkan, mahasiswa saat ini didominasi kelompok generasi Z (gen Z). Karena itu, pembelajaran Pancasila harus dimodifikasi supaya kompatibel dengan kebutuhan Gen Z. Dengan begitu, pembelajaran Pancasila di kelas bisa lebih efektif.

Tholabi mengutip hasil riset Pusat Studi Kebangsaan Indonesia (PSKI) Universitas Prasetiya Mulya bahwa generasi muda memahami Pancasila di ruang kelas hanya 28,6 persen. Merujuk angka tersebut, pemahaman Pancasila di kalangan anak muda melalui kelas sangat kecil.

Artinya, pembelajaran yang berjalan saat ini belum efektif untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila. ”Mata kuliah Pancasila harus dimodifikasi dalam penyampaian di ruang kelas,” katanya. (wan/c7/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore