
Sabrang Letto. (Instagram: sabrangmdp_official)
JawaPos.com - Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang lebih dikenal sebagai Noe, vokalis grup musik Letto, resmi dilantik sebagai tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN). Pelantikan berlangsung di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, pada Kamis (15/1).
Mengutip laman resmi Kementerian Pertahanan, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melantik sebanyak 12 tenaga ahli DPN di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional. Noe Letto menjadi salah satu dari 12 tenaga ahli yang dilantik untuk memperkuat peran DPN dalam memberikan kajian strategis di bidang pertahanan nasional.
Penunjukkan Noe Letto yang kini telah dilantik sebagai tenaga ahli DPN itu menyita perhatian publik. Sebab, putra dari Ema Ainun Nadjib alias Cak Nun itu kerap kali mengkritik sikap pemerintah.
Pernyataan Noe pun kembali viral di jagat media sosial, atas sikapnya yang kerap mengkritik pemerintah. Noe sempat menyatakan bahwa pemerintah adalah pengkhianat Pancasila.
"Saya kemarin ditanyain sama pejabatlah ngetes saya lah, 'menurutmu Indonesia bagaimana dengan Pancasila?' Pemerintah adalah pengkhianat Pancasila. Saya bilang seperti itu," sebagaimana pernyataan Noe yang viral di media sosial, Minggu (18/1).
Noe mengulas pernyataan Proklamator RI Soekarno. Ia menyebut, Pancasila seharusnya diartikan sebagai gotong royong.
"Kenapa Pancasila itu, kalau diperas menjadi satu kata itu apa namanya? Ini kalimat seng kertas merah itu dulu. Kalimat Pak Karno, jika ku peras menjadi satu kata itu yang disebut sebagai gotong royong. Kekuatan Indonesia itu gotong royong," cetusnya.
Namun, ia menyatakan bahwa masyarakat hanya mengartikan gotong royong dengan kerja bakti bersama di kampung. Ia pun mempersoalkan 12 ribu aplikasi yang dibuat pemerintah tidak mengaplikasikan ke dunia digital.
"Tapi kita selalu diberi pelajaran gotong royong itu hanyalah pindah rumah bareng-bareng, kerja bakti di kampung bareng-bareng, musibah bareng-bareng hanya itu saja. Dari 13 ribu aplikasi yang dibuat pemerintah Indonesia, adalah satu yang mengadaptasi ke dunia digital," urainya.
"Ga no, sepemahaman ku ga ono. Artinya ini orang pada ga paham sama Pancasila, atau ga ngerti sama Pancasila," sambungnya.
Lebih lanjut, Noe menegaskan bahwa Pancasila yang merupakan dasar negara tidak menjadi perhatian bersama. Ia menegaskan, seharusnya pemerintah selalu mengulas makna Pancasila.
"Kan itu Pancasila sebagai dasar negara, dan itu tidak diperhatikan, tidak diupdate bersama," pungkasnya.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
