
Jasad Reno Syahputra Dewo yang terbakar di Kwitang tiba di Surabaya, Sabtu malam (8/11). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Reno Syahputra Dewo dikenal sebagai sosok yang santun dan pendiam. Pemuda asal Surabaya itu lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
Sebagai informasi, Reno merupakan salah satu korban yang sempat dilaporkan hilang usai aksi demonstrasi di Jakarta pada akhir Agustus 2025. Dua bulan kemudian, jasadnya ditemukan di Gedung ACC Kwitang, Jakarta, Kamis (30/11).
Setelah berhasil teridentifikasi, jenazah Reno dipulangkan ke kampung halamannya di Surabaya. Ambulans yang membawa jasadnya tiba di rumah duka di Kampung Malang Utara, Kecamatan Tegalsari, pada Sabtu (8/11) sekitar pukul 19.30 WIB.
"Menurut saya, Reno ini sebenarnya anaknya mageran. Diajak keluar sama temannya saja nggak mau, lebih suka di rumah," tutur paman Reno, Jemmy Yunianto (44), saat ditemui di rumah duka, Sabtu malam.
Sehari-hari, Reno bekerja di sebuah perusahaan di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, dan tinggal di rumah kerabatnya di Jakarta Timur. Ia dikenal tidak banyak bergaul dan jarang mengikuti kegiatan di luar.
Karena itu, keluarga tak menduga Reno bisa berada di tengah aksi demonstrasi. “Kami juga kurang tahu kenapa dia bisa ada di lokasi demo. Mungkin ada rasa penasaran, karena di Surabaya jarang ada demo besar,” imbuh Jemmy.
Pada 29 Agustus 2025, Reno sempat menghubungi ayahnya dan meminta uang Rp 50 ribu untuk membeli makanan. Setelah itu, ia tak lagi bisa dihubungi.
Dua hari berselang, Reno juga tidak pulang ke rumah kerabatnya di Jakarta Timur. Keluarga pun melapor ke Polsek Jatinegara. “Tahu hilang itu dari ponakan saya yang perempuan, dia bilang Reno ada di sekitar lokasi demo. Nggak tahu ikut atau nonton. Besoknya nggak pulang sampai dua hari, akhirnya kami lapor ke polisi,” jelas Jemmy.
Keluarga mengaku sempat syok saat mendengar Reno ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka. Namun mereka memilih legowo dan tidak menempuh jalur hukum. Jemmy menyebut keluarga tidak mencurigai adanya kejanggalan dari kematian ponakannya.
“Kita menghormati hasil tes DNA dari Polri. Itu nanti ya kita pikirkan, tapi ya sudahlah, ini memang Allahu alam. Kalau untuk sampai ke jalur hukum kayaknya nggak ada,” ucapnya.
Reno akan dimakamkan pada Minggu (9/11) pukul 10.00 WIB di Makam Putat Gede – Makam Jarak, Jalan Putat Jaya Nomor 30, Kecamatan Sawahan, Surabaya. (*)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
