Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 September 2025 | 02.56 WIB

Kampanye "Judi Pasti Rugi" Singgah di Madiun, Surabaya Jadi Tujuan Berikutnya!

Serunya kampanye “Judi Pasti Rugi” di beberapa kota di Indonesia. (Media Judi Pasti Rugi) - Image

Serunya kampanye “Judi Pasti Rugi” di beberapa kota di Indonesia. (Media Judi Pasti Rugi)

JawaPos.com — Kampanye nasional "Judi Pasti Rugi" (JPR) kembali hadir di Kota Madiun, Jawa Timur. Program kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama GoTo ini membawa pesan penting tentang bahaya judi online yang semakin meresahkan masyarakat.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kota Madiun, Bagus Wiyono, menegaskan judi online telah menjadi ancaman serius di ruang digital Indonesia.

"Kampanye JPR ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya judol yang harus dihindari, termasuk oleh warga Kota Madiun," ujar Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kota Madiun Bagus Wiyono dalam keterangan di Madiun, 23 Agustus 2025.

Menurut dia, praktik ilegal ini bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga menghancurkan ekonomi keluarga dan merusak masa depan generasi muda.

"Melalui kampanye PJR di Kota Madiun kali ini, warga setempat diajak untuk memerangi judol," katanya.

Bagus menjelaskan, sistem dalam judi online sudah diatur untuk menjerat pemain. Tidak ada unsur keuntungan, melainkan jebakan yang membuat korban kecanduan dan terus mengalami kerugian.

Melalui kampanye JPR di Madiun, masyarakat diajak bersama-sama memerangi judi online.

Pesan disampaikan secara ringan namun penuh makna, mulai dari simulasi jackpot hingga permainan edukatif “teriakan menolak judi” yang memberi ruang bagi warga untuk menyuarakan keresahan.

Sejak diluncurkan pada pertengahan Mei 2025, kampanye nasional JPR menargetkan 30 kota besar di Indonesia.

Rangkaian kegiatan ini dimulai dari Banda Aceh hingga akan berakhir di Surabaya dengan menyasar ribuan masyarakat secara langsung.

GoTo melalui unit bisnis GoPay mengerahkan van edukasi khusus yang berkeliling ke berbagai daerah. Armada ini menjadi sarana menyampaikan pesan tentang bahaya judi online serta cara masyarakat menghindarinya.

Fenomena judi online sendiri semakin marak dengan pola psikologis yang menjerat para pemain. Ilusi “coba sekali lagi pasti menang” menjadi umpan yang memikat banyak orang untuk terus terjerumus.

Bagi sebagian orang yang mengalami tekanan hidup, judi online tampak seperti jalan pintas keluar dari kesulitan. Padahal, algoritma permainan ini memang dirancang untuk membuat pemain terus rugi dan terjebak dalam lingkaran candu.

GoPay pun menegaskan komitmennya untuk menjaga ekosistem keuangan digital tetap sehat dan aman. Melalui kampanye JPR, masyarakat diingatkan perjudian online hanya akan membawa kerugian, baik secara finansial maupun mental.

Setelah menyapa warga Madiun, giliran Surabaya yang akan menjadi destinasi berikutnya. Kota Pahlawan dipilih karena tingginya aktivitas digital masyarakatnya dan dianggap penting dalam misi edukasi nasional ini.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore