
Wakil Ketua KPK Johanis Tanak menyampaikan keterangan terkait penahanan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (7/5/2024).
JawaPos.com - Pernyataan tegas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johanis Tanak menjadi sorotan publik setelah potongan video pidatonya viral di media sosial.
Dalam pernyataan tersebut, Johanis memberikan peringatan keras kepada para pejabat negara untuk tidak main-main dengan penyalahgunaan teknologi, termasuk mengirimkan pesan porno melalui aplikasi pesan WhatsApp.
Ia menegaskan, teknologi yang dimiliki KPK saat ini sangat canggih dan dapat melacak komunikasi digital siapa pun yang dicurigai.
Pernyataan itu disampaikan Johanis saat menyampaikan sambutan dalam acara Rapat Koordinasi KPK-Pemerintah Daerah di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Kamis (10/7).
“Kalau tidak benar, tidak akan pernah itu di Medan ditangkap, tidak akan pernah itu di Papua ditangkap dalam OTT. Itu memberikan gambaran bahwa KPK ada dimana-mana, karena KPK menggunakan IT, teknologi, dan teknologi KPK lebih tinggi daripada bapak-bapak miliki,” kata Johanis, dikutip Jumat (18/7).
Johanis memperingatkan agar para pejabat negara tidak menyalahgunakan WhatsApp untuk mengirim konten tak pantas.
“Bapak-bapak jangan coba-coba kirim-kirim WA, mohon maaf yang porno-porno, begitu bapak-bapak kita sadap, terangkut semuanya. Bapak ini porno rupanya ni,” ujar Johanis.
Johanis juga mengungkapkan bahwa teknologi penyadapan yang digunakan KPK dapat mendeteksi setiap aktivitas komunikasi digital, termasuk nomor ponsel yang digunakan.
“Itu ketahuan semuanya teknologi yang kita miliki, bapak pakai nomor HP berapa akan terkonek pak, jadi bapak-bapak tidak usah (berkelit),” tegas Johanis memperingatkan.
Meski memberikan peringatan keras, Johanis juga menegaskan KPK tidak akan bertindak sembarangan terhadap penggunaan ponsel pribadi, selama tidak digunakan untuk hal-hal yang melanggar hukum maupun etika.
“Jadi bapak-bapak tidak usah takut menggunakan HP. Sepanjang (penggunaan) HP dilakukan dengan (cara) yang benar, maka KPK tidak akan melakukan tindakan apapun,” jelasnya.
Namun, Johanis menegaskan, jika ada pelanggaran, KPK tidak akan tinggal diam. Lembaga antirasuah akan menindak tegas setiap perilaku korupsi. “Tetapi kalau (dipakai) tidak benar, KPK akan lakukan (penindakan) apa yang bapak perbuat,” pungkasnya.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
