Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 Juni 2026 | 00.56 WIB

Piala Dunia 2026 Hadirkan Teknologi Offside Semiotomatis, Wasit Tetap Jadi Penentu Utama

Ilustrasi penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR). (Istimewa) - Image

Ilustrasi penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR). (Istimewa)

JawaPos.com - Piala Dunia 2026 akan menjadi tonggak baru dalam sejarah sepak bola. Untuk pertama kalinya, turnamen terbesar di dunia itu akan menggunakan teknologi offside semiotomatis secara penuh guna membantu para wasit mengambil keputusan lebih cepat dan akurat.

Melansir the Guardian, sistem tersebut bekerja dengan memanfaatkan 12 kamera khusus yang melacak pergerakan pemain hingga 50 gambar per detik. Teknologi ini dirancang untuk mengurangi waktu tunggu yang sering terjadi saat pemeriksaan offside dan memberikan dukungan tambahan bagi tim perwasitan di lapangan.

Namun, menurut salah satu ofisial yang akan bertugas di turnamen tersebut, teknologi canggih itu bukan berarti pekerjaan asisten wasit menjadi sepenuhnya otomatis. Salah satu sosok yang akan merasakan langsung penggunaan sistem tersebut adalah Micheal Barwegan.

Dia menjadi bagian dari tim wasit asal Kanada yang mencatat sejarah sebagai tim perwasitan Kanada pertama yang bertugas di Piala Dunia putra. Barwegan telah bekerja bersama wasit Drew Fischer dan asisten wasit Lyes Arfa dalam berbagai turnamen internasional selama beberapa tahun terakhir, termasuk Olimpiade 2024 dan Piala Dunia Antarklub.

Teknologi Canggih, Tapi Tidak Sempurna

Pengalaman pertama Barwegan menggunakan sistem offside semiotomatis terjadi pada Piala Dunia Antarklub musim panas lalu, termasuk saat laga terkenal antara Botafogo dan Paris Saint-Germain. Meski mengakui teknologi tersebut sangat membantu, dia menegaskan bahwa sistem itu tetap memiliki keterbatasan.

“Saya akan memberi tahu Anda, sistem semiotomatis ini tidak sempurna. Dengan demikian, pekerjaan kami tetap sama persis. Ini benar-benar sangat bagus – saya suka mengatakan saya sedikit lebih baik – tetapi saya pikir itu murni hanya dari sisi teknis dengan cara pemrogramannya,” kata Barwegan

Menurut dia, sistem tersebut memantau seluruh pemain di lapangan melalui sejumlah titik pelacakan pada tubuh mereka untuk menentukan posisi secara akurat.

“Sistem ini melacak setiap pemain, dan memiliki titik (pada setiap pemain) yang dilacaknya… jadi saya akan mengatakan bahwa sistem ini sama sempurnanya dengan asisten wasit, jika tidak lebih baik, dalam hal keputusan offside biasa. Akurasinya luar biasa dalam hal itu," terang Barwegan.

Cara Kerja Sistem Offside Semi-Otomatis

Teknologi ini secara otomatis menganalisis posisi penyerang dan bek terakhir saat umpan dilepaskan. Jika sistem mendeteksi offside yang sangat jelas, asisten wasit akan menerima pesan suara otomatis melalui earphone mereka yang berbunyi: Offside, offside, offside.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore