Menteri Agama Nazaruddin Umar (tengah) di sela penyelenggaraan Nikah Massal di Masjid Istiqlal (28/6) di Jakarta. (Hilmi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Ratusan guru bukan aparatur sipil negara (ASN) binaan Kementerian Agama (Kemenag) segera menerima kenaikan tunjangan profesi guru (TPG) Rp 500 ribu per bulan. Kenaikan diberikan secara rapel.
Sebagai informasi, kenaikan tunjangan ini diberikan kepada guru bukan ASN yang belum disetarakan dengan jabatan, pangkat, golongan, dan kualifikasi akademik yang berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Prabowo yang dituangkan dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 646 Tahun 2025 tentang Tunjangan Profesi Guru Bukan Pegawai ASN.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan, ada 227.147 guru bukan ASN binaan Kemenag yang berhak atas kenaikan tunjangan profesi ini.
Jumlah tersebut terdiri dari 196.119 guru binaan Direktorat GTK Madrasah di Ditjen Pendidikan Islam, 17.240 guru binaan Direktorat PAI di Ditjen Pendidikan Islam, 12.432 guru binaan Ditjen Bimas Kristen, 856 guru binaan di Ditjen Bimas Katolik, 220 guru binaan Bimas Buddha, dan 280 guru binaan Bimas Hindu.
“Alhamdulillah, sesuai arahan Presiden tunjangan profesi bagi guru bukan ASN binaan Kementerian Agama naik Rp 500 ribu, dari sebelumnya hanya Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta per bulan,” ujar Menag di Jakarta, Minggu (13/7).
Ia menjelaskan, kenaikan tunjangan profesi ini diberikan per Januari 2025. Artinya, pembayaran kekurangan sebesar Rp 500 ribu per bulan ini dirapel selama tujuh bulan.
Dia melanjutkan, kenaikan ini sebagai bentuk afirmasi negara dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru Non-ASN. Kenaikan tunjangan ini diharapkan dapat berdampak pada profesionalitas guru binaan Kemenag dalam mengajar.
“Mereka harus bisa menjadi teladan dalam mendidik dan mengembangkan potensi peserta didik, baik secara jasmani maupun ruhani," lanjutnya.
Atas pencairan ini, Kemenag pun telah bersurat kepada Kanwil Kemenag provinsi di seluruh Indonesia. Karenanya, para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi diminta untuk segera menyosialisasikan regulasi tentang tunjangan profesi ini kepada jajarannya di Kankemenag Kabupaten/Kota.
“Mereka juga diminta untuk segera melakukan proses pencairan Tunjangan Profesi Guru bukan ASN binaan Kementerian Agama sebesar Rp 2 juta per bulan, termasuk juga kekurangan TPG sebesar Rp 500 ribu terhitung sejak Januari 2025,” paparnya.
Dalam proses pencairan, Menag menegaskan, pihaknya telah melibatkan Itjen Kemenag untuk melakukan proses pengawasan. Hal ini guna memastikan proses pencairan TPG sesuai dengan regulasi dan petunjuk teknis yang berlaku. (mia)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
