Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Maret 2025 | 02.22 WIB

Hakim Pembebas Ronald Tannur Jelaskan Soal Uang yang Ditemukan Kejaksaan saat Penggeledahan

Hakim nonaktif Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Heru Hanindyo menjalani sidang lanjutan kasus dugaan suap vonis bebas Ronald Tannur di Pengadilan Tipikor Jakarta.

JawaPos.com - Hakim nonaktif Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Heru Hanindyo mengungkapkan soal temuan uang tunai oleh penyidik Kejaksaan Agung saat penggeledahan. Ia mengaku terbiasa menyimpan uang tunai dalam tas untuk kebutuhan sehari-hari.

Pernyataan itu disampaikan Heru saat menjadi saksi mahkota atau terdakwa yang saling bersaksi untuk terdakwa lainnya, Erintuah Damanik dan Mangapul di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (25/3).

Awalnya, jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Agung mempertanyakan soal peristiwa penggeledahan.

"Pernah dilakukan penggeledahan ya oleh penydik ya?" tanya jaksa.

"Betul," jawab Heru.

Heru mengatakan uang USD 2.200 di rumahnya merupakan uang pulang dari dinas luar negeri.

"Saya jelaskan. Ada uang Yang Mulia, USD2.200 itu uang pulang dari dinas luar negeri, ada uang kerja din. Ada uang 100 ribu Yen pecahan 10 ribu, itu uang yang saya pakai biasanya kalau transit di Haneda atau di Jepang," ujar Heru.

Selain itu, Heru juga mengungkapkan bahwa uang sebesar SGD 9.100 merupakan uang titipan dari kakaknya, Ambar untuk dibelikan tas. Namun, dirinya batal membelikan tas itu karena tak ada outlet premium di Spanyol.

"Kemudian, ada uang 9.100 dolar Singapura, itu uangnya kakka saya, dititip, 'tolong belikan saya tas di premium outlet', karena kalau saya dinas ke US atau saya dinas ke Austria atau Swiss itu ada namanya premium outlet. Premium outlet itu harganya murah, free tax. Seperti itu. Nah, saya dititipkan tetapi ketika di Spanyol, saya tidak menemukan premium outlet sehingga saya tidak sempat membelikan," papar Heru.

"Kemudian uang itu, ketika saya pulang, tidak sempatlah bertemu dengan kakak saya maupun ipar saya. Saya ketika ke Bali membeli kain Bali, kakak saya, 'tolong titip dong saya juga pengen kain Bali kayak di rumah mu'. Saya belikan dua, uang itu saya taruh di atas meja di bawah koper saya yang baru saja pulang dari Eropa, nanti saya bilang sama saudara saya, 'Mas muh, kalau nanti datang Mbak Ambar atau suaminya tolong ini kasihkan ya, ini ada uangnya, uangnya kemarin nggak jadi terbelikan, nanti kalau dia mampir ke sini tolong sampaikan dam berikan'," tutur Heru menirukan pembicaraan.

Heru mengklaim, dirinya terbiasa menyimpan uang tunai untuk keperluan sehari-hari. Uang tersebut disimpan dalam empat tas dan satu koper.

"Terus kemudian saya terbiasa menaruh uang untuk kehidupan sehari hari, makan, gojek, gofood, itu ada empat tas saya, satu koper, koper cabin merek Tumi warma hitam, di situ pasti ada uang pecahan Rp 100 ribu dan pecahan Rp 50 ribu. Jadi start awalnya pasti Rp 15 juta. Kemudian di ransel, di ransel saya itu juga sama ada yang Rp 100 ribu, ada Rp 50 ribu. Kemudian di tas kerja saya, itu tas hijau biasanya bisa jadi ransel atau jadi tenteng, itu juga sama, saya biasanya saya taruh Rp 100 ribuan, Rp 50 ribuan, itu yang biasa saya taruh ke kantor," tegas Heru.

Ia pun menegaskan, salah satu tas itu sering dibawa ke kantor. Menurutnya, uang dalam tas itu digunakan untuk keperluan acara khitanan anak pegawai di kantor, acara perkawinan hingga sumbangan.

"Satu lagi tas laptop tipis, biasanya saya pakai kalau sidang. Jadi kalau jadi hakim anggota, kebiasaan ngetik, itu ada uangnya juga, Rp 100 ribu atau Rp 50 ribu. Uang itu biasanya saya pakai kalau ada sumbangan khitanan anak kantor, ada perkawinan, jumat berkah," papar Heru.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore