Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Mei 2023 | 21.03 WIB

Ribuan Massa Berkumpul di Patung Kuda, Suasana Masih Kondusif

Ribuan massa terus berdatangan ke Bundaran Patung Kuda, Jalan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat ikuti peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Senin (1/5)

JawaPos.com - Ribuan massa terus berdatangan ke Bundaran Patung Kuda, Jalan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat untuk mengikuti peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day. Nuansa warna oranye turut pekat di antara banyak warna lain yang turut datang ke lokasi tersebut. Sementara, situasi jalan ke arah Istana Negara dihadang barrier beton maupun kawat berduri.

Bendera-bendera dari berbagai lapisan serikat buruh turut dikibarkan. Mobil-mobil komando masing-masing serikat buruh juga berjalan memimpin ke satu titik dekat patung kuda arah Istana Negara. Dari toa dan speaker yang menempel di mobil komando itu berbagai yel-yel dan nyanyian memecah udara panas Jakarta.
 
Teriakan-teriakan lantang dari pengeras suara juga hampir tak pernah hilang dari massa yang berorasi. Memekikkan kata meredeka, hidup buruh, dan kata lainnya yang memancing teriakan-teriakan lainnya.
 
Meski ada belasan ribu massa yang terus berdatangan memenuhi ruas jalan hingga menutup bundaran di Patung Kuda hingga meluber ke depan gerbang Monas, massa aksi tampak tetap kondusif di bawah komando koordinator lapangan aksi.
 
Sementara itu, ribuan personel gabungan TNI-Polri juga terus bersiaga di lokasi. Tanpa banyak intervensi, para personel itu juga tampak hanya memperhatikan jalannya aksi. Beberapa terlihat mengarahkan kendaraan yang mencoba lewat ke lokasi.
 
"Alhamdulillah sejauh ini juga berjalan dengan lancar," ujar Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin di sekitaran Patung Kuda kepada wartawan, Senin (1/5).
 
Hingga saat ini, ia mengatakan bahwa estimasi massa aksi yang datang ke Patung Kuda mencapai 7-10 ribu orang dari berbagai elemen buruh.  
 
 
"Kepada seluruh peserta buruh, mari sama-sama kita rayakan hari buruh, momentum yang luar biasa, tentunya saling menjaga mengingat aktivitas masyarakat ibu kota hari ini cukup padat," tegasnya.
 
Sebelumnya, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan bahwa dalam aksi tersebut,  pihaknya membawa sejumlah tuntutan dari KSPI, yaitu untuk mencabut Omnibus Law UU No 6 Tahun 2023 tentang Ciptaker.
 
Kemudian Ketua Partai Buruh itu juga menuntut agar parliamentary threshold 4 persen dan Presidential threshold 20 persen dicabut, karena menurutnya membahayakan demokrasi.
 
"Sahkan RUU DPR dan perlindungan pekerja rumah tangga dan tolak RUU kesehatan," ucapnya.
 
Said juga menyerukan reforma agraria dan kedaulatan pangan. Ia dengan tegas menolak bank tanah, impor beras kedelai dan lain-lain. Tuntutan lainnya adalah pihaknya meminta agar tenaga kerja outsourcing dihapuskan. "Tolak upah murah," ucapnya.
Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore