
Perantau bersenda gurau sembari menanti kedatangan kapal laut di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (24/4) dalam suasana arus balik Idul Fitri 1444 Hijriah.
JawaPos.com - Tumpukan barang yang disusun model leter L terlihat di ruang tunggu penumpang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Barang-barang itu milik empat calon penumpang asal Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung. Mereka sedang dalam perjalanan pulang ke kampung halaman di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Kami sudah lima malam di sini. Kami tiba di Tanjung Priok pada pukul 04.00 WIB, Kamis (20/4)," kata salah seorang penumpang bernama Natalia saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (24/4).
Kapal yang akan membawa mereka berlayar ke Maumere, NTT, dijadwalkan berangkat pada Rabu (26/4). Artinya, mereka bermalam selama sepekan di Pelabuhan Tanjung Priok.
Natalia menuturkan bahwa mereka menaiki kapal ferry dari Pangkal Pinang menuju Jakarta. Namun, saat Lebaran tidak ada kapal ferry yang berlayar ke wilayah timur.
Tumpukan barang-barang yang sangat banyak itu berisi pakaian untuk keluarga di kampung halaman mereka. Di Bangka Belitung, Natalia berprofesi sebagai petani kelapa sawit. Orang tuanya telah berada di sana selama 40 tahun, sedangkan dirinya baru enam tahun.
"Saya berencana pulang kampung selama lima bulan," ujarnya.
Baca Juga: Tak Hanya yang Kembali dari Kampung, Stasiun Gambir dan Pasar Senen juga Masih Dipadati Pemudik
Dia menceritakan alasan pulang kampung menggunakan kapal laut karena harga tiket yang murah. Tiket pesawat dari Kepulauan Bangka Belitung menuju Nusa Tenggara Timur mencapai Rp 4 juta per orang.
Sedangkan, harga tiket kapal laut tak sampai Rp 1 juta. Selisih uang Rp 3 juta bukan nominal yang sedikit bagi mereka yang berprofesi sebagai petani. "Harga tiket dari Pangkal Pinang ke Jakarta hanya Rp 450 ribu. Sedangkan dari Jakarta ke Maumere Rp 515 ribu," kata Natalia.
"Kami punya anak yang masih sekolah. Kalau kami naik pesawat nanti kebutuhan anak kami tidak ada," tambahnya.
Sementara, Yanti yang merupakan kerabat sudah beberapa kali mengunjungi mereka. Yanti pernah mengajak mereka bermalam, tetapi niat baik itu ditolak dengan alasan ada banyak barang yang dibawa.
"Saya mau ajak ke rumah, tapi mereka nggak mau dan lebih memilih di sini," kata Yanti.
Sepanjang 7 April sampai 23 April 2023, data kumulatif total penumpang yang naik dan turun mencapai 27.903 orang di Pelabuhan Tanjung Priok. Jumlah itu lebih tinggi 70,19 persen bila dibandingkan tahun lalu yang tercatat hanya 16.395 orang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022