KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali. (TNI AL)
JawaPos.com - Konflik yang terjadi di Timur Tengah serta Rusia dengan Ukraina menjadi salah satu atensi jajaran pejabat militer di Indonesia. Pada Kamis (6/2) Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengakui bahwa pihaknya mendapat pelajaran dari konflik tersebut. Utamanya yang berkaitan dengan doktrin peperangan masa kini.
Menurut Ali, perang yang melibatkan Rusia dengan Ukraina maupun konflik di Timur Tengah menunjukkan perubahan signifikan. ”Kita pelajaran apa kira-kira yang harus dibangun dari perang tersebut. Di Ukraina bagaimana unmanned system itu menjadi penting. Kemudian peperangan proxy, peperangan cyber, peperangan hybrid, itu semua akan kami pelajari dan kami masukkan dalam doktrin yang baru,” terang dia.
Perwira tinggi bintang empat itu menegaskan, TNI khususnya TNI AL tidak boleh ketinggalan. Mereka harus mengikuti perkembangan yang terjadi di berbagai belahan dunia. Termasuk doktrin peperangan. ”Doktrin peperangan tentunya mengikuti perkembangan teknologi saat ini, dan kemudian kita mengikuti juga perkembangan lingkungan strategis,” kata Ali.
Perubahan doktrin menjadi salah satu sorotan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto saat memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) TNI 2025. Dia ingin doktrin TNI berubah. Ali memastikan, arahan tersebut bakal ditindaklanjuti. ”Doktrin kami mengikuti apa yang telah disampaikan oleh panglima TNI. Kami akan mengubah doktrin intelijen. Semua perwira, khususnya pati akan mendapatkan pendidikan intelijen strategis,” terang dia.
Sebelumnya, Jenderal Agus Subiyanto menekankan pentingnya peran bidang intelijen bagi TNI. Dia ingin, seluruh pengawasan dan pelaksanaan satuan intelijen TNI terpusat di Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI. Tidak hanya itu, Jenderal Agus menekankan agar seluruh personel intelijen memiliki kemampuan intelijen strategis atau intelstrat.
Hal itu tekankan oleh Agus di hadapan seluruh pimpinan TNI serta komandan satuan dari tiga matra. ”Kami sudah mulai dari bidang intelijen. Dimana intelijen nanti pengawasannya, pelaksanaannya, mulai terpusat oleh Bais TNI. Terintegrasi sampai ke intel-intel yang ada di satuan bawah,” kata orang nomor satu di tubuh institusi militer Indonesia tersebut. Menurut dia, pendidikan kemampuan intelstrat sudah dilakukan oleh TNI sejak tahun lalu.
Langkah itu dimulai dari para pejabat intelijen. Panglima TNI ingin mereka punya kemampuan intelstrat. Termasuk diantaranya para asintel di kodam dan jajaran angkatan lainnya. Menurut dia, perkembangan geopolitik dan geostrategis saat ini menuntut para perwira intelijen untuk memiliki kemampuan intelstrat. ”Sehingga bisa berpikir geopolitik, geostrategis negara lain. Tidak hanya berpikir ke dalam saja, dan nanti tahun ini kami akan lanjutkan untuk class program tersebut,” terang dia.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
