Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 April 2026 | 15.16 WIB

Laporan JP Morgan Sebut Indonesia Masuk Kelompok Negara Tahan Krisis Energi ke-2 di Dunia

 

Pengiriman Batu Bara setelah proses penambangan. (Istimewa)

JawaPos.com -  JP Morgan dalam laporan terbarunya bertajuk Pandora's Bog: The Global Energy Shock of 2026 yang dirilis Maret 2026, menempatkan Indonesia peringkat kedua dunia sebagai negara paling tahan terhadap gejolak energi, khususnya minyak dan gas.

 
Laporan tersebut memetakan 52 negara konsumen energi final terbesar di dunia yang secara kolektif mewakili 82 persen konsumsi energi global. 
 
Dari hasil analisis itu, Indonesia muncul sebagai salah satu negara dengan tingkat perlindungan energi tertinggi, hanya berada di bawah Afrika Selatan.
 
Ketahanan ini diukur melalui indikator yang disebut total insulation factor, yakni kombinasi sumber energi domestik seperti gas, batu bara, energi terbarukan, hingga nuklir yang membuat suatu negara lebih terlindungi dari fluktuasi pasar energi global. Dalam konteks ini, Indonesia dinilai memiliki fondasi yang kuat.
 
Laporan JP Morgan menyoroti peran besar produksi batu bara domestik dalam menjaga stabilitas energi. 
 
 
“Negara seperti China, India, Indonesia, Afrika Selatan, Vietnam, dan Filipina mendapat manfaat dari produksi batu bara domestik yang signifikan selama terjadi guncangan energi,” tulis laporan JP Morgan, ditulis Rabu (22/4).
 
Indonesia sendiri diuntungkan oleh kapasitas produksi batu bara yang besar, yang relatif tahan terhadap gejolak harga minyak global. 
 
Selain itu, Indonesia juga merupakan eksportir terbesar batu bara termal di dunia serta produsen gas alam penting. 
 
Pada 2024, Indonesia tercatat sebagai produsen gas alam terbesar ke-13 secara global dengan produksi sekitar 2.465 miliar meter kubik.
 
Tingginya ketergantungan pada impor minyak dan gas menjadi faktor utama kerentanan mereka, terlebih dengan ketidakpastian jalur distribusi energi global seperti di Selat Hormuz.
 
Selain Indonesia, negara-negara seperti India, Afrika Selatan, Vietnam, dan Filipina juga mendapatkan keuntungan serupa dari struktur energi domestik mereka.
 
Sementara itu, negara dengan bauran energi terbarukan yang tinggi seperti Brasil, Austria, dan Portugal juga menunjukkan tingkat perlindungan yang baik.
 
JP Morgan menilai bahwa transisi energi menjadi faktor kunci dalam mengurangi risiko jangka panjang. 
 
Penggunaan kendaraan listrik serta pengembangan energi terbarukan disebut sebagai langkah paling efektif untuk menekan ketergantungan terhadap minyak dan gas di masa depan.
 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore